Sebagian Kargo Bandara Soekarno-Hatta Bakal Dipindahkan ke Kertajati

JAKARTA/BANDUNG – sebagai e-commerce sebentar lagi akan dibagi dengan Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati. Pada tahun 2019, menurut rencana, sebesar 50 persen di Bandara Soekarno-Hatta akan dipindahkan ke bandara yang baru saja beroperasi tahun 2018 tersebut.

Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat - www.viva.co.id

Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat – www.viva.co.id

“Kami sudah melakukan pertemuan dengan para pelaku industri aviasi Asia Tenggara beberapa waktu lalu di Singapura dan mereka tertarik menjadikan Kertajati sebagai bandara kargo e-commerce,” papar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dilansir Tempo. “Untuk itu, 50 persen kargo e-commerce di Bandara Soekarno-Hatta akan pindah ke Kertajati karena sudah tidak memadai.”

Untuk merealisasikan hal tersebut, Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan lahan seluas 20 hektar di area Bandara Kertajati. Nantinya, PT BIJB akan bekerja sama dengan PT Jasa Angkasa Semesta Tbk yang sudah diberikan konsesi untuk mengelola kargo di Bandara Kertajati. Selain itu, PT BIJB juga bekerja sama dengan PT Pos (Persero) yang akan mengirim barang kargo ke tempat yang dituju.

“Perniagaan via daring akan menjadi bisnis besar di wilayah Asia Tenggara dalam kurun waktu lima tahun mendatang,” sambung pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut. “Dari analisis yang ada, diperkirakan nilai transaksi selama lima tahun akan mencapai angka Rp10.000 triliun. Jadi, bandara kargo ini paling konkret karena e-commerce di Bandara Soekarno-Hatta tidak lagi memadai.”

Penggunaan Bandara Kertajati sebagai bandara kargo merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalisasi bandara yang kini mengalami penurunan load factor dan merosotnya operasional sejumlah maskapai. Meski demikian, Kang Emil tidak terlalu risau dengan sepinya Bandara Kertajati saat ini. “Belajar dari pengalaman bandara-bandara yang baru, ada beberapa yang sudah beroperasi 5-10 tahun baru ramai,” sambung Kang Emil.