Rute Jakarta-London Merugi, Garuda Siap Terbang Jakarta-Paris via Bandara Soetta

Pada tahun 2019 mendatang, dikabarkan berencana untuk membuka Jakarta-Prancis. yang menghubungkan Internasional dengan Charles de Gaulle di Paris itu dioperasikan untuk menggantikan rute Jakarta- yang tidak begitu laku.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury. - bisnis.com

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury. – bisnis.com

“Dalam rencana, realisasi pembukaan rute Jakarta-Prancis akan dilakukan pada tahun 2019 mendatang,” jelas Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury. “Jakarta-Paris masih dalam pembahasan saat ini. Tentunya tidak di tahun 2018, tetapi mungkin di tahun 2019. Karena itu, kami belum tahu berapa jumlah yang akan dilakukan tahun depan.”

Rute ini dibuka oleh Garuda Indonesia, kemungkinan besar untuk menggantikan rute Jakarta-London yang tidak begitu menguntungkan. Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang sempat meminta Garuda Indonesia untuk mengevaluasi rute Jakarta-London. Jika memang tidak menguntungkan, rute tersebut dinilai lebih baik ditutup. “Kami belum tahu, tetapi saat ini kami tidak aktif melakukan pemasaran rute tersebut. Kita tunggu saja nanti,” lanjut Pahala.

Direktur Operasional Garuda Indonesia, Kapten Triyanto Moeharsono, sebelumnya sempat mengatakan bahwa pihaknya mungkin akan melakukan penutupan rute Jakarta-London pada bulan Oktober tahun ini. Meski demikian, penutupan itu bukan permanen, melainkan hanya sementara. Jika rute itu jadi ditutup, hanya menyisakan penerbangan Jakarta-Amsterdam.

Di samping ‘menggantikan’ rute Jakarta-London, pembukaan rute Jakarta-Prancis oleh Garuda Indonesia juga memanfaatkan pembukaan izin terbang maskapai-maskapai Indonesia ke wilayah Eropa. Per tanggal 14 Juni 2018 lalu, European Aviation Safety Agencies (EASA) memang telah mencabut larangan terbang bagi maskapai-maskapai asal Tanah Air.

“Sebelumnya, sudah ada tujuh maskapai yang sudah dicabut larangan terbangnya pada tahun 2009 lalu,” tutur Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. “Dengan kebijakan baru tersebut, saat ini total ada 62 maskapai yang sudah memenuhi syarat untuk terbang ke Benua Eropa.”