Rute China Ditutup, Penerbangan Internasional Bandara Soetta Turun 1,5 Persen

JAKARTA – Wabah virus corona membuat pemerintah Indonesia terpaksa menghentikan sementara waktu penerbangan dari dan menuju . Hal tersebut langsung berdampak pada jumlah penumpang di Internasional . Penerbangan internasional di pelabuhan udara tersebut turun 1,5 persen jika dibandingkan sebelum penutupan rute dari dan ke China.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) - solo.tribunnews.com

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) – solo.tribunnews.com

“Ada, itu yang di pergerakan maskapai internasional, itu hanya turun kurang lebih satu persen, persisnya 1,49 persen atau 1,5 persen,” tutur Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin. “Selama sepekan pada waktu normal, ada 126 penerbangan dari dan menuju China dari Bandara Soekarno-Hatta, dan dalam sehari ada sekitar 16 penerbangan ke Negeri Tirai Bambu.”

Namun, Awaluddin menegaskan kalau penerbangan secara keseluruhan di Bandara Soekarno-Hatta tidak terganggu pasca-penutupan penerbangan sementara dari dan ke China. Sebab, aktivitas penerbangan dari dan ke China di Bandara Soekarno-Hatta hanya ada 120 penerbangan per minggunya. “Bandingkan dengan take-off dan landing di Soekarno-Hatta ini ada 1200 per harinya. Jadi, kalau kita sebut pergerakan take-off landing minus satu persen saya kira wajar,” sambung Awaluddin.

“Bandara Soekarno-Hatta itu 78-80 persen merupakan penerbangan domestik, internasional 20-22 persen. Jadi, penurunan di internasional yang hanya 1-1,5 persen itu tertutup dengan domestik yang 78-80 persen domestik,” tambah Awaluddin. “Jadi, saya berani mengatakan, secara umum, Bandara Soekarno-Hatta dalam konteks penerbangan dan pergerakan maskapai, tidak terdampak virus corona, hanya dari China yang turun.”

Seperti diketahui, penerbangan dari dan ke China dari Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara sejak 5 Februari 2020 kemarin. Sebelum pembatasan, saat ini terdapat 16 izin rute penerbangan dari Soekarno-Hatta ke China dan sebaliknya. Izin rute tersebut adalah untuk melayani penerbangan dari dan ke Beijing, Guangzhou Baiyun, Shenzhen Bao’an, Shanghai Pudong, Kunming, Nanning, Haikou Meilan, Fuzhou Changle, dan Xiamen Gaoqi.