Benarkah Runway 3 Optimalkan Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta?

JAKARTA – Landasan pacu ( 3) telah resmi beroperasi sejak bulan Desember 2019 atau tepat sebelum masa angkutan Natal dan Tahun Baru. Diklaim tidak optimal menambah frekuensi , nyatanya 3 sudah melayani 864 pergerakan sejak 20 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020.

Yado Yarismano, Vice President of Corporate Communication PT Angkasa Pura II - deladeni.com

Yado Yarismano, Vice President of Corporate Communication PT Angkasa Pura II – deladeni.com

“Kesuksesan pengoperasian runway 3 tidak lepas dari koordinasi yang erat di antara seluruh pemangku kepentingan,” papar VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano. “Pengoperasian runway 3 jelas membuat Bandara Soekarno-Hatta memiliki ruang lebih di sisi udara sehingga dapat lebih efektif dalam melayani take off dan landing pesawat.”

Yado melanjutkan, runway 3 juga dianggap dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kapasitas penerbangan. Hal itu karena didukung kehadiran east connecting taxiway (ECT) pada akhir tahun lalu, yang melengkapi operasional west connecting taxiway (WCT). “Efisiensi juga meningkat seiring dengan berkurangnya jumlah antrean pesawat di taxiway dan di udara (airborne holding),” sambung Yado.

“Kapasitas runway semakin meningkat karena berkurangnya spacing antar-pesawat dan turunnya waktu di runway (runway occupancy time),” tambah Yado. “Operasional ketiga runway di Bandara Soekarno-Hatta saat ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu runway bagian selatan (runway 1) dan runway bagian utara (runway 2 dan 3).”

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti memastikan operasional runway 3 dapat dioperasikan sesuai dengan standar keselamatan dan keamanan penerbangan. Sejak awal, runway 3 dibangun dengan konsep dependen runway, dengan memenuhi aspek keselamatan yang diperlukan sesuai dengan ICAO compliances, dengan strategi penanganan sistem lalu lintas udara secara segregated.”

Runway 3 sudah dioperasikan secara penuh dengan dimensi 3.000 x 60 meter, yang bertujuan untuk memperlancar lalu lintas dan meningkatkan kapasitas penerbangan tentunya dengan mengutamakan prinsip keselamatan serta tunduk pada peraturan. Saat ini, perusahaan tengah melakukan penyempurnaan marking stop bar dari runway 2 ke runway 3. Ke depannya, PT Angkasa Pura II juga telah memiliki rencana membangun tambahan untuk runway 3 agar pergerakan di airside semakin optimal.