Ringankan Beban Maskapai, Angkasa Pura II Siap Beri Insentif & Diskon Khusus

Tanjung Pandan – PT Angkasa Pura (AP) II siap memberi insentif untuk berupa potongan tarif Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Udara (PJP4U) untuk membantu meringankan beban operasional maskapai. PT AP II sendiri berencana untuk tak akan menaikkan biaya PJP4U dan bahkan bakal memberikan insentif berupa potongan pada kondisi-kondisi tertentu.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II - www.merdeka.com

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II – www.merdeka.com

Dasar potongan harga bisa diberikan untuk maskapai yang membuka rute atau destinasi baru. Pasalnya biaya awal dalam pembukaan rute baru memang cukup tinggi, oleh sebab itu PT AP II berinisiatif memberikan insentif tersebut. Menurut Presiden Direktur PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin, pihaknya ingin mengapresiasi inisiatif maskapai yang membuka rute baru. Di samping itu, maskapai yang pertumbuhannya dinilai lambat juga bisa saja memperoleh diskon.

“Pola insentifnya tidak mengubah komponen tarif, karena sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui regulasi, yang bisa kita lakukan adalah di pricing [penetapan harga]. Konsepnya diubah menjadi dynamic pricing, jadi konsepnya kita insentif, misalnya berbasis pelanggan yang dibawa, tubuh pesawat,” kata Awaluddin di Belitung, Selasa (5/2), seperti dilansir Bisnis.

Ia mencontohkan konsep dynamic pricing bisa diimplementasikan oleh maskapai yang mendarat di Bandara Soetta yang beroperasi selama 24 jam, dibedakan harganya menjadi lebih murah saat beroperasi pada waktu-waktu red-eyes flight. Dengan begitu maskapai dapat diarahkan untuk tidak menumpuk pada jam-jam puncak, lantaran semua maskapai biasanya ingin terbang pagi dan mendarat sore. Sementara itu red-eyes flight adalah penerbangan yang berangkat pada dini hari.

Meskipun belum bisa merinci besaran diskon yang bakal diberikan, Awaluddin memastikan bahwa pola dynamic pricing ini akan diterapkan paling lambat pada kuartal II 2019 lantaran insentif tersebut sangat dibutuhkan oleh maskapai.

Tak hanya AP II, Angkasa Pura I juga masih menentukan insentif yang bisa diberikan pada maskapai untuk mendukung keputusan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau National Air Carriers Association (Inaca). Oleh sebab itu, Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan belum dapat membeberkan apakah AP I bakal menurunkan biaya landing atau parkir atau insentif lainnya. “Kami masih menunggu info dari tim komersial,” papar Handy.