Railink Beri Diskon Naik KA Bandara Soetta & Kualanamu untuk Karyawan Garuda

Jakarta – Guna memaksimalkan , PT Railink terus berupaya untuk melakukan inovasi. Perusahaan patungan antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT Angkasa Pura (AP) II ini akan terus mengembangkan kereta secara penumpang fisik maupun pada masyarakat.

Kereta Api Bandara Soekarno Hatta - finance.detik.com

Kereta Api Bandara Soekarno Hatta – finance.detik.com

“Kami kerja sama dengan corporate, salah satunya. Kami akan kerja sama dengan e-commerce, seperti Bukalapak, sekarang menunggu PKSnya saja dan kerja sama dengan beberapa airlines,” kata Vice President Commercial Passenger PT Railink Fitri Kusuma Wardhani di Stasiun Sudirman City, Rabu (13/3), seperti dilansir Republika.

Bahkan PT Railink pun belum lama ini menawarkan harga khusus atau diskon pada karyawan Garuda Indonesia Group. “Kini, KA Bandara Soetta dan KA Bandara Kualanamu menjadi moda transportasi resmi bagi karyawan PT Garuda Indonesia beserta grup,” ungkap Direktur Utama Railink Heru Kuswanto.

Lewat diskon tersebut diharapkan bisa memberi manfaat lebih pada karyawan Garuda Indonesia Group. “Kerja sama Corporate Member ini selain memberikan alternatif transportasi untuk karyawan, juga dapat memberikan manfaat lebih bagi para karyawan,” imbuh Direktur Human Capital PT Garuda Indonesia Heri Akhyar

Sayangnya ketika ditanyai berapa besaran diskon yang diberikan, kedua belah pihak masih enggan untuk mengungkap secara rinci. Namun yang jelas diskon KA bandara tersebut tak sampai 50%. “Diskonnya nggak bisa kita sebut, pokoknya angkanya nggak sampai 50%. Nanti, kita berikan announcement internal ke semua karyawan,” tutur Fitri.

Lewat kerja sama ini, okupansi atau tingkat keterisian kereta bandara bisa naik hingga 10-20%. “Harapannya naik 10-20% okupansinya, mudah mudahan dengan Garuda dan grupnya dapat tingkatkan okupansi kereta api bandara,” jelas Fitri.

Tak cukup sampai di situ, PT Railink pun menjalin kerja sama dengan 10 perbankan nasional, antara 4 bank milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan sisanya perbankan swasta. Langkah ini juga dilakukan guna mengejar target 1,3 juta penumpang tahun 2019 ini, dibandingkan tahun lalu yang hanya 800 ribu penumpang.

“Kalau sesuai harapan belum, kita masih sekitar 20 persen (okupansi) karena kami juga belum satu-satunya transportasi ke bandara. Memang kemarin masih baru dan sosialisasi, dan tahun ini bisa meningkatkan,” tandas Fitri.