Raih SQA 2016, Bandara Soetta dan Kualanamu jadi kebanggaan AP II

Bandarasoekarnohatta.com – Dua kelolaan PT (Persero) yakni dan berhasil meraih penghargaan prestisius Service Quality Award (SQA) 2016 pada kategori “Diamond” di bidang kepuasan pelanggan.

bandara soekarno hatta - id.wikipedia.org

bandara soekarno hatta – id.wikipedia.org

Bandara Soekarno Hatta menyabet penghargaan tersebut setelah meraih poin Service Quality Index (SQ Index) sebesar 4.0070 untuk kategori pelayanan pelanggan di bandara lokal (Domestic Airport). Sedangkan Bandara Kualanamu meraih penghargaan serupa untuk pelayanan pelanggan di bandara ( Airport) dengan perolehan poin SQ Index sebesar 4.0800.

Ituk Herarindri, Director of Airport Services & Facility PT Angkasa Pura II (Persero), menyatakan bahwa faktor pelayanan akan menjadi suatu diferensiasi bagi AP II sebagai sebuah perusahaan yang dibanggakan seluruh masyarakat.

“Penghargaan ini akan semakin mendorong kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan ketika mereka berada di bandara AP II. Kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan-perbaikan dan peningkatan dan guna kenyamanan seluruh pelanggan kami, baik pengunjung bandara maupun penumpang pesawat,” ucapnya

Dengan diraihnya penghargaan ini, Ituk makin optimis bahwa Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan sertifikasi Bintang 5 dari Skytrax, serta disejajarkan dengan bandara-bandara kelas internasional lainnya.

Service Quality Award sendiri merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada Perusahaan atau Merek yang mampu menghadirkan kepuasan bagi para pelanggannya. Penghargaan ini diberikan berdasarkan Riset SQ Index yang tahun ini diadakan di empat kota besar yakni Jakarta, Surabaya, Medan, dan Semarang (periode Januari–Maret 2016).

Metode yang digunakan dalam riset ini adalah survey interview face to face yang melibatkan lebih dari 3.000 responden. Adapun SQ Index dibentuk dari dua dimensi yaitu Perceive Service Quality (PSQ) atau persepsi pelanggan terhadap layanan yang mereka nikmati, dan Perceived Service Value (PSV) atau persepsi pelanggan mengenai kesetaraan uang yang mereka keluarkan dibandingkan dengan layanan yang mereka nikmati.