PT AP II Siapkan Berbagai Fasilitas untuk Dukung Asian Para Games 2018

Jakarta – Setelah perhelatan Asian Games 2018 rampung digelar, kini PT Angkasa Pura (AP) II tengah bersiap untuk menghadapi Asian Para Games 2018. Ajang olahraga untuk para atlet difabel ini akan diselenggarakan pada tanggal 6-13 Oktober 2018. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Asian Para Games 2018, PT AP menyiapkan berbagai dan pendukung di Internasional , Tangerang, Banten.

Inapgoc menggelar ‘Simulasi Arrival and Departure Internal adivisi Arrival Departure’ – www.liputan6.com

“Kami akan fokus di sebagian besar, kalau kemarin Asian Games sebagian besar di 3,” ujar Direktur Utama Muhammad Awaluddin di Jakarta, Jumat (21/9), seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan bahwa pihak AP II bersama panitia penyelenggara Asian Para Games (Inapgoc) akan menambah pengujian acara di Bandara . “Prioritas flow atletnya kan nanti atletnya disabilitas jadi handycap. Pola pengujian atau test event itu jadi lebih banyak dari kita. Dari Indonesia Para Games Organizing Committee (Inapgoc) sudah turun tiga kali melakukan test event di Bandara ,” ujar Awaluddin.

Pengujian acara tersebut akan difokuskan di dan Terminal 2 yang merupakan tempat kedatangan para atlet Asian Para Games 2018. Sementara itu, justru hanya dimanfaatkan untuk sebagian kecil peserta saja. “Jadi pola pengujiannya kami ‘test event’ lebih banyak waktu dibandingkan dengan Inasgoc, dengan Inapgoc sudah tiga kali tes,” papar Awaluddin.

Alur yang disiapkan PT AP II, nantinya di Terminal 1 dan 2 para yang datang dengan kursi roda akan melawan arah jalan, turun menggunakan lift, dan langsung diarahkan ke konter imigrasi. Kemudian mereka akan dibawa ke ruang akreditasi, keluar lewat Lounge Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan menuju wisma atlet.

Para peserta juga bisa dijemput menggunakan ambulife milik Ground Handling Gapura untuk melalui gerbang 2, 4, dan 6. Selanjutnya memakai lift ruang tunggu 4, kemudian penumpang turun ke lantai 1 untuk menuju tempat proses akreditasi, ke imigrasi, dan berjalan keluar terminal melalui alur biasa. Sementara itu jika di Terminal 3, penumpang dapat turun dari pesawat lewat gerbang internasional dan mengikuti alur kedatangan layaknya penumpang biasa.

“Kita siapkan kelancaran untuk mereka, kita punya standar ada jalur cepat atau ‘fast lane’, jalur khusus untuk menangani dalam hal kebutuhan khususnya karena berapa mereka harus menggunakan kursi roda,” tandas Awaluddin.