PT AP II Bakal Naikkan Biaya Jasa Penumpang di Sejumlah Bandara?

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II mengusulkan adanya kenaikan Udara (PJP2U) di sejumlah yang berada di bawah pengelolaannya. Akan tetapi PT AP II tidak mengusulkan kenaikan jasa penumpang di , Tangerang, Banten.

Muhammad Awaluddin, Direktur Angkasa Pura II - ekbis.rmol.co

Muhammad Awaluddin, Direktur Angkasa Pura II – ekbis.rmol.co

Menurut Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin, usulan kenaikan PJP2U ini disebabkan oleh beberapa hal, yang pertama karena konsekuensi investasi AP II untuk sejumlah bandara selama kurun waktu 3 tahun belakangan. Jumlah akumulasi investasi yang dikeluarkan PT AP II selama 2015-2018 mencapai Rp 44,7 triliun. Meski sudah menggelontorkan dana yang cukup besar, namun tarif jasa penumpang di bandara yang telah dibenahi AP II kabarnya tak pernah mengalami perubahan.

Alhasil kondisi itu telah mengakibatkan pendapatan dan investasi AP II tidak berbanding lurus. Sebagai contoh, Bandara Silangit yang sudah dikelola oleh PT AP II sejak tahun 2012 dan statusnya masih bandara perintis. Ketika pengelolaannya diserahkan pada AP II, pihak perseroan terus berinvestasi selama 6 tahun terakhir, tetapi tarif jasa penumpang Bandara Silangit hanya Rp 10 ribu dan belum pernah mengalami kenaikan.

“Bandara itu yang akan kami ajukan (untuk mendapatkan kenaikan tarif jasa penumpang) dengan mempertimbangkan belanja modal dalam dua hingga tiga tahun terakhir dan periode terakhir kenaikan PSC,” papar Awaluddin, seperti dilansir CNNIndonesia.

Kemudian usulan kenaikan ini juga dilakukan untuk memperkuat bandara yang memiliki kinerja keuangan buruk, terhitung dari beberapa indikator seperti pendapatan sebelum beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA). “Tadi kami usulkan beberapa sebagian bandara (yang dinaikkan tarifnya) adalah yang memang EBITDA-nya negatif. Kenapa bisa negatif? Karena tidak balance investasi dengan yang didapat dengan revenue. Ini akan kami balance,” ungkapnya.

Akan tetapi AP II masih belum menentukan jumlah bandara dan persentase kenaikan tarif jasa penumpangnya. Pasalnya sejauh ini kenaikan tersebut baru diusulkan ke Kementerian Perhubungan dan Kemenko Kemaritiman.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kenaikan PJP2U atau passenger service charge (PSC) tersebut kini masih dalam proses pembahasan. “Dalam waktu dekat akan dilakukan suatu settlement dengan harga tertentu. Akan kami finalisasi dalam waktu dekat,” ujar Budi, Senin (1/10). Pihaknya juga sudah meminta AP II untuk membahas wacana penyesuaian tarif tersebut dengan para pemangku kepentingan.