PT AP II Bakal Beri Sanksi Pada Airport Helper yang Terbukti Malas

Jakarta – Sebelumnya sempat beredar video di yang berisi keluhan netizen terkait kinerja yang bermalas-malasan di . Dalam video tersebut menampilkan airport helper yang enggan membantu penumpang untuk membawa banyak barang bawaan.

Airport Helper - twitter.com

Airport Helper – twitter.com

Pihak PT Angkasa Pura (AP) II sendiri menegaskan akan memberikan sanksi pada personel airport helper yang memang terbukti tak produktif atau malas. “Ada sanksi khusus, tapi kan ya tidak main pecat saja. Ada prosedur pemberian surat peringatan (SP) 1, 2, dan 3 oleh pengelola,” kata Dewandono Prasetyo Nugroho, Brand Communication Manager PT AP II Bandara Soetta, Sabtu (9/9), seperti dilansir Tempo.

Pada Jumat (8/8) lalu tersebar video di media sosial yang memperlihatkan personel airport helper tengah asyik duduk dan mengobrol. Sementara itu, pada waktu yang bersamaan ada penumpang yang baru saja turun dari taksi dan terlihat membawa banyak barang bawaan, namun tak dibantu oleh airport helper.

Beredarnya video tersebut membuat Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin langsung turun ke lapangan dan menyamar sebagai airport helper di 1C Bandara Soetta pada Jumat (8/9) pagi. Awaluddin sengaja melakukannya tanpa memberitahukan para petugas supaya dapat memantau langsung seperti apa kinerja mereka di lapangan.

Berdasarkan pemantauannya, menurut Awaluddin tak semua airport helper malas seperti dalam video. “Petugas yang rajin lebih banyak,” tutur Awaluddin. Walau demikian, Awaluddin merasa video yang viral tersebut bisa menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja airport helper.

Di samping itu, ia juga merasa perlu adanya supervisi dengan fokus pada people, process, dan facilities berbasis teknologi untuk mempermudah kerja para airport helper. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyediakan aplikasi ponsel untuk alat bantu airport helper.

“Saya juga menyoroti perlunya penataan ulang terkait dengan pengkayaan tugas dan pengaturan lokasi atau sebaran petugas helper di satu area,” papar Awaluddin. Di samping itu, Awaluddin juga ingin adanya integrasi helper dengan operasional lain di bandara seperti kedatangan dan , termasuk informasi jadwal dan jumlah petugas yang tengah bertugas.

“Nanti aplikasinya mungkin akan berbentuk seperti aplikasi pemesanan ojek online. Jadi nanti pelanggan bisa memberikan rating dan nilai kepuasan kepada petugas yang membantu,” tandas Dewandono.