Pesawat Lion Air Delay 10 Jam, Ratusan Penumpang di Bandara Soetta Protes

Jakarta – Pada Jumat (3/2) kemarin mengalami keterlambatan alias delay selama 10 jam. Alhasil sebanyak ratusan yang akan terbang ke Kualanamu, Medan pun menumpuk di keberangkatan 1B , Tangerang, Banten.

Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait - bangka.tribunnews.com

Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait – bangka.tribunnews.com

Banyak penumpang yang mengeluh karena pesawat tidak juga diberangkatkan tanpa adanya alasan yang jelas. “Saya dari siang sampai malam begini belum berangkat juga,” kata Dodi, salah seorang penumpang di T1 Bandara Soetta, Jumat (3/2).

lain yang mengalami delay antara lain tujuan Padang, Pekanbaru, dan Lampung. “Saya kalau setiap akhir pekan gini pulang ke Lampung. Belum dapat penjelasan yang pasti ini dari maskapai berangkat jam berapa,” imbuh Dodi.

Sampai pukul 22.00 WIB pesawat bernomor penerbangan JT 382 yang seharusnya dijadwalkan berangkat pukul 12.50 WIB dan JT 398 yang tadinya harus berangkat pukul 12.30 juga masih belum berangkat. Menurut pihak Lion Air, pesawat belum bisa berangkat karena tak ada pilot dan kru yang dapat dikerahkan untuk penerbangan ke Kualanamu.

Lewat keterangan resmi, Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait menjelaskan bahwa delay disebabkan karena ditutupnya 2 bandara besar. “Yakni ditutupnya Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada Rabu malam hingga Kamis pagi, serta ditutupnya Bandara Juanda Surabaya pada Kamis malam. Sehingga mengakibatkan kegiatan operasional kami selama beberapa hari ke depan terganggu,” kata Edward.

Lebih lanjut Edward menjelaskan bahwa penutupan kedua bandara tersebut sangat mempengaruhi kegiatan operasional Lion Air. “Karena dengan penutupan bandara maka pesawat dan crew kami tertahan di bandara tersebut,” imbuh Edward.

Di samping itu pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf karena ketidaknyamanan tersebut. Pihak Lion Air berjanji akan berupaya supaya operasional penerbangan dapat kembali berjalan normal. “Kami usahakan besok (hari ini) sudah normal,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kompensasi dari ratusan penumpang yang sudah berjam-jam terlantar di bandara pun Edward mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengikuti prosedur yang sudah berlaku.