Permudah Akses ke Bandara Soetta, Pemerintah Bakal Bangun Jembatan Dadap

Tangerang Jakarta dan Provinsi Banten akan bekerjasama untuk membangun jembatan sepanjang 5 km dari Dadap, Tangerang, ke pulau reklamasi C, Jakarta Utara pada Rabu (23/8) mendatang. Jembatan tersebut kabarnya dapat mempercepat akses perjalanan menuju .

Saefullah, Sekretaris Daerah Jakarta - nasional.harianterbit.com

Saefullah, Sekretaris Daerah Jakarta – nasional.harianterbit.com

“Kita akan ke Banten mau menandatangani nota kesepahaman tentang jembatan dari Tangerang ke Pulau C, Pulau G, terus nyambung ke darat,” kata Saefullah, Sekretaris Daerah Jakarta di Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (18/8) kemarin, seperti dilansir Suara.

Lebih lanjut Saefullah menuturkan bahwa jembatan itu nantinya dapat digunakan untuk mengakomodir penghuni Pulau C dan Pulau D yang hendak bepergian ke Bandara Soetta, dengan demikian dapat memangkas waktu perjalanan ke bandara. “Saya rasa sangat mungkin apalagi visi-misi ke depan Jakarta itu Giant Sea Wall mau Jadi. kalau sekadar izin jembatan harus kita berikan,” papar Saefullah.

Di samping itu, jembatan yang akan segera dibangun ini dapat mempermudah warga dari Bandara Soetta untuk menuju Bekasi dan Karawang tanpa harus melalui jalan tol dalam kota terlebih dahulu.

“Kalau orang nanti mau dari Bandara mau ke Bekasi, mau ke Karawang bisa ke situ, tidak lewat dalam kota, jadi lewat pesisir saja bisa terus ke Karawang. Demikian juga orang Karawang yang mau naik (menuju bandara) bisa lewat ke pesisir. Ada alternatifnya begitu, saya pikir Pak Gubernur DKI akan mengawali sesuatu yang sangat baik,” tuturnya

Pembangunan jembatan itu nantinya akan dibiayai oleh pihak pengembang Pulau C dan Pulau D, yakni PT Kapuk Naga Indah yang merupakan anak perusahaan Agung Sedayu Group. Usai mencapai kesepakatan, pembangunan jembatan tersebut direncanakan segera dimulai tahun 2018 depan. Saefullah pun mengharapkan DPRD Jakarta menyetujui pembahasan rancangan peraturan daerah terkait reklamasi yang nantinya menjadi dasar hukum pembangunan.

“Mudah-mudahan teman-teman (anggota dewan) di belakang mau berbesar hati untuk membahas. 2018 saya rasa sudah harus dimulai, saya kira sudah siap untuk tapaknya, Pulau C pulau D usah siap nanti,” tandas Saefullah.