Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Pergerakan Penumpang Bandara AP II Tembus 144 Ribu

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II berhasil mencapai rekor pergerakan tertinggi selama masa pandemi (Covid-19), yaitu pada tanggal 17 Desember 2020. Pada Kamis (17/12) lalu, jumlah penumpang di 19 bandar udara kelolaan AP II mencapai 144.014 orang atau 77 persen dari angka normal.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengecek calon penumpang – bisnis.tempo.co

“Pergerakan penumpang diikuti pergerakan pesawat yang mencapai 1.519,” kata Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Sabtu (19/12), seperti dilansir Tempo. Menurutnya, pergerakan atau trafik penumpang pada 17 Desember 2020 justru melebihi rekor yang dicapai saat cuti bersama tanggal 28 Oktober 2020 lalu yang mencapai 111.363 orang per hari.

Awaluddin mengaku optimis bahwa jumlah penumpang pesawat akan terus mengalami peningkatan, seiring dengan pulihnya kepercayaan masyarakat terhadap sektor . Lebih lanjut Awaluddin memaparkan, pergerakan tertinggi ada di Internasional , Tangerang, Banten dengan jumlah penumpang masuk dan keluar mencapai 84 ribu dalam sehari. Sedangkan trafik pesawat sebanyak 877 pergerakan. Kemudian di 18 bandara lain pergerakan penumpang melampaui 52 ribu dengan trafik pesawat 516.

AP II menargetkan pergerakan penumpang di 19 bandara kelolaannya dapat menembus 3 juta orang pada Desember 2020, didukung masa libur dan (Nataru) 2020/2021. “Mudah-mudahan di bulan Desember kita akan tembus angka 3 juta pergerakan penumpang untuk 19 bandara Angkasa Pura II. Ini memberikan harapan bagi dunia penerbangan untuk pulih dari kondisi pandemi,” ungkap Awaluddin.

Ia juga memprediksi bahwa pergerakan pesawat bulan Desember ini dapat mendekati angka 30 ribu pergerakan pesawat. “Ini juga akan menjadi indikator pergerakan tertinggi selama masa pandemi yang sudah berjalan sekitar 10 bulan,” tutur Awaluddin.

Sejak dilanda pandemi Covid-19, sektor penerbangan menjadi bisnis yang paling terpukul karena kehilangan jumlah pergerakan penumpang secara drastis seiring dengan adanya penerapan pembatasan sosial berskala besar atau . Penurunan trafik penumpang paling tajam terjadi pada periode April sampai Mei ketika pelaksanaan dengan jumlah penumpang di 19 bandara AP II hanya 1.060 orang per hari pada 25 April 2020 dan 111 pergerakan pesawat.