Ada Vaksin Gratis untuk Penumpang Sriwijaya Air Rute Bandara Soetta

JAKARTA – Penumpang dan bisa menikmati layanan vaksin Covid-19 untuk penerbangan dari atau menuju Internasional . Tidak hanya itu, pihak maskapai juga menyediakan layanan tes PCR bagi para calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan udara dengan mulai Rp500 ribuan.

Ilustrasi : Vaksin Covid-19 – antaranews.com

Meski demikian, seperti dikutip dari Kompas, layanan vaksin tersebut tidak disediakan oleh pihak Sriwijaya Air. Menurut maskapai, vaksin tersebut disediakan pihak bandara. “Dari informasi yang kami terima, penerbangan dari atau ke Bandara Soekarno-Hatta akan tersedia tempat vaksin di bandara,” tutur pihak Sriwijaya Air Group.

Sebelumnya, Direktur Utama , Muhammad Awaluddin, telah memaparkan bahwa pihaknya membuka sentra Vaksinasi Bandara Soekarno-Hatta dengan kolaborasi dan dukungan penuh dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes) Kelas I Soekarno-Hatta. Sentra vaksinasi tersebut beroperasi di dan Terminal 3.

Sentra vaksinasi Terminal 2 buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan 22.00 hingga 03.00 WIB. Sementara itu, sentra vaksinasi Terminal 3 dibuka jam 08.00 hingga 17.00 WIB dan 20.00 hingga 01.00 WIB. Sebelumnya, kedua sentra vaksinasi di Bandara Soekarno-Hatta tersebut hanya beroperasi jam 08.00 sampai 17.00 WIB, sehingga membuat calon penumpang pesawat terpaksa menunggu lama saat hendak melakukan vaksin apabila harus melakukan perjalanan mendesak pada dini hari misalnya.

Tidak hanya mendapatkan vaksin gratis, calon penumpang juga bisa melakukan tes PCR dengan biaya Rp500 ribu sebagai salah satu syarat perjalanan udara. Menurut situs resmi Sriwijaya Air, pengambilan hasil pemeriksaan tes PCR bisa diperoleh satu hari setelah pemeriksaan, berupa soft copy hasil pemeriksaan yang dikirimkan ke alamat email yang telah didaftarkan calon penumpang.

“Hasil test sudah otomatis masuk ke dalam eHAC Indonesia. Khusus PCR test bagi penumpang Sriwijaya Air & NAM Air, hanya dapat digunakan sebelum tanggal keberangkatan terbang serta berlaku untuk all rute,” tulis website tersebut. “Jika hasil pemeriksaan positif, pasien akan disarankan untuk menghubungi hotline Covid-19 nasional atau melakukan karantina mandiri, tergantung dari kondisi fisik pasien.”