Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Melonjak 125% pada Juli 2020

Jakarta – Selama periode Juli 2020 di , Tangerang, Banten mengalami peningkatan sebesar 125% dibanding bulan sebelumnya. Menurut data PT Angkasa Pura (AP) II selaku pihak pengelola Bandara Soetta, terdapat 897.559 penumpang di bulan Juli 2020.

Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Mulai Melonjak - www.merdeka.com

Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Mulai Melonjak – www.merdeka.com

“Naik 125 persen dibandingkan dengan Juni 2020 sebanyak 398.223 penumpang,” kata Direktur Operasional dan Servis PT Angkasa Pura II Muhamad Wasid, Selasa (4/8), seperti dilansir dari Kompas. Selain Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang di bandar udara lainnya yang dikelola oleh AP II juga meningkat.

Dari 19 bandara yang berada di bawah pengelolaan AP II, tercatat adanya kenaikan sebesar 143% pada bulan Juli 2020 dibandingkan bulan Juni 2020. Adapun total penumpang pesawat mencapai 1,52 juta orang. “Meningkat 143 persen dibandingkan dengan Juni 2020 sebanyak 627.576 penumpang,” ungkap Wasid.

Tak hanya volume penumpang, jumlah pergerakan pesawat pun mengalami peningkatan sebesar 65% dari yang sebelumnya hanya 12.020 pergerakan pesawat kini melonjak jadi 21.431 pergerakan pesawat. Wasid pun menambahkan bahwa angkutan kargo juga naik walaupun tidak terlalu signifikan seperti angkutan penumpang.

“Volume angkutan kargo juga meningkat 14 persen dari 43,162 juta kilogram menjadi 49,076 juta kilogram,” jelas Wasid. Akan tetapi, Wasid mengatakan, meski mengalami peningkatan rupanya jumlah tersebut masih jauh dari angka normal sebelum adanya pandemi corona (Covid-19) yang melanda Indonesia. Pada saat normal, rata-rata penerbangan per hari di Bandara Internasional Soekarno-Hatta bisa mencapai 150.000 orang dan 1.200 pergerakan pesawat.

Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II, Febri Toga Simatupang menambahkan, kini penumpang yang hendak ke luar kota dari Bandara Soetta atau sebaliknya tak lagi diwajibkan memiliki persyaratan dokumen Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Peraturan tersebut disahkan Pemprov DKI Jakarta sejak 14 Juli 2020.

Penumpang nantinya hanya diperiksa surat kewaspadaan kesehatan atau Health Alert Card (HAC) dan surat keterangan bebas Covid-19 berdasar hasil rapid test atau swab test. “Seperti biasa hanya e-HAC saja, ada barcode atau kartu kuning. Biasanya pake e-HAC bisa lebih mudah,” ujarnya.