Pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta Pangkas Perjalanan KRL

JAKARTA – Pengoperasian yang menurut rencana dilakukan pada awal tahun 2018 ternyata memakan ‘korban’. Sejumlah perjalanan rel listrik (KRL) Jabodetabek terpaksa harus dikurangi untuk mengakomodasi perjalanan Bandara Soekarno-Hatta. Untuk tahap awal, perjalanan KRL relasi Tangerang-Duri harus dipangkas dari semula 90 perjalanan menjadi 80 perjalanan per hari.

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia, Muhammad Nurul Fadhila - www.tribunnews.com

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia, Muhammad Nurul Fadhila – www.tribunnews.com

“Bersamaan dengan pengoperasian kereta Bandara Soekarno-Hatta relasi Sudirman Baru-Bandara Soetta, maka KRL lintas Tangerang-Duri PP akan ada penyesuaian KRL sesuai dengan pola operasi yang terdapat pada grafik perjalanan kereta api (GAPEKA) 2017,” jelas Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia, Muhammad Nurul Fadhila. “GAPEKA tersebut telah mengakomodasi perjalanan KA Bandara Soekarno-Hatta.”

Selain ‘memangkas’ perjalanan KRL, pengoperasian kereta Bandara Soekarno-Hatta juga membuat sejumlah instansi harus melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar Stasiun Sudirman Baru (BNI City). Pasalnya, stasiun ini terletak di area jalan protokol dan perjalanan perdana kereta bandara bakal berangkat dari stasiun tersebut.

“Modifikasi arus lalu lintas ini melibatkan banyak instansi, di antaranya PT Railink, PT KAI, PT Kereta Commuter Indonesia, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, dan Korps Lalu Lintas Mabes Polri,” papar Kepala Badan Pengelolaan Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono. “Hal ini untuk membiasakan agar nanti saat beroperasinya kereta bandara, para sudah tahu kemana harus bergerak.”

Saat ini, persiapan pengoperasian kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta memang terus dilakukan. Masing-masing stakeholder, yaitu PT KAI, PT Railink Indonesia, dan PT Angkasa Pura II tengah menyiapkan secara matang untuk pengoperasian moda transportasi ini. Beberapa tahapan pun diperhatikan betul dengan rinci.

“Kami juga melakukan uji coba muatan dengan mengisi berat di dalam kereta, seolah-olah penuh dengan penumpang,” jelas Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Agus Komarudin. “Ini dilakukan sebagai langkah untuk meminimalkan resiko yang terjadi, terlebih jalur atau track untuk kereta bandara juga baru dibangun.”