Angkasa Pura II Siapkan Strategi Khusus untuk Kembangkan Bisnis Kargo

Jakarta – Kondisi perekonomian yang tidak menentu di tengah pandemi virus corona (Covid-19) saat ini membuat banyak sektor industri berupaya untuk memutar otak, tak terkecuali dengan BUMN PT Angkasa Pura (AP) II. Oleh sebab itu, PT AP II berusaha menciptakan berbagai terobosan supaya mampu mendukung kinerja keuangan agar tetap dapat terus bertahan.

Pelayanan Kargo Pesawat - tirto.id

Pelayanan Pesawat – tirto.id

Di masa pandemi ini PT justru memanfaatkan momentum untuk memperbaiki proses bisnis di bidang pergudangan kargo yang sekaligus dapat menjadi tuas pengungkit untuk perolehan pendapatan. Dalam pelayanan bisnis gudang kargo, selama ini PT menjalin kerja sama dengan sejumlah operator gudang kargo. Sayangnya, dalam perjalanannya terdapat ketidakseragaman dalam kontribusi pendapatan masing-masing operator per meter persegi.

penanganan yang masih menggunakan manual dalam bisnis kargo selama ini dianggap belum menerapkan standardisasi yang baik, karena menyebabkan banyak barang tak tertata dengan racking. Demikian juga dengan pelaporan data produksi serta pendapatan yang belum real time, dan tracking barang dengan barcode yang belum berjalan, sehingga mengakibatkan ketepatan pelaporan kurang maksimal.

Oleh sebab itu, direktorat komersial PT Angkasa Pura II berusaha melakukan terobosan dalam mengelola gudang kargo, yaitu dengan menerapkan clustering atau pengelompokan ruang kargo untuk dikomersialkan pada tahun 2020 ini.

“Beberapa hal utama menjadi fokus kita dalam bisnis kargo di masa depan, yaitu memiliki sistem pengelolaan gudang kargo berbasis teknologi, kemampuan melakukan tracking kargo dan laporan real-time, dan tentunya mendapatkan pengelola gudang kargo yang kredibel,” kata Ghamal Peris, Direktur Komersial AP II di Kantor PT Angkasa Pura II, Jumat (11/9), seperti dilansir Republika.

Pengelolaan bisnis kargo dengan sistem yang terintegrasi, mengandalkan perangkat lunak, aplikasi, dan hal lainnya yang bisa mengatur hingga kegiatan terkecil, seperti sistem racking dan roller menjadi salah satu fokus dari pihak manajemen sekarang ini. Sistem tersebut diyakini mampu meningkatkan produktivitas hingga 30% dan layanan pun diharapkan bisa ikut meningkat.

“Kami mengundang pengelola kargo internasional dan nasional untuk berkompetisi memenangkan pengelolaan cluster 2 lini 1 yang luasnya sekitar 16.000 meter per segi. Sejauh ini sudah cukup banyak pengelola kargo yang menyatakan kepeminatannya. Kami akan memastikan bahwa bandara sekelas Soekarno-Hatta akan dikelola oleh pemain kargo yang kredibel,” tandasnya.