10 Juni 2020, Penerbangan Jakarta-Papua PP Kembali Dibuka

JAKARTA/JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua berencana untuk membuka kembali langsung Jakarta-Jayapura PP mulai tanggal 10 Juni 2020. Namun, pembukaan tersebut hanya diberlakukan untuk penerbangan langsung (direct) dari Jakarta ke Jayapura atau sebaliknya, yang dilayani oleh lima .

Reky D. Ambrauw, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua - www.pasificpos.com

Reky D. Ambrauw, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua – www.pasificpos.com

“Penerbangan ini masih dikhususkan untuk rute langsung atau tidak transit dengan berpedoman pada protokol kesehatan, yaitu membawa 50 persen dari total daya tampung,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky D. Ambrauw, disalin dari Bisnis. “Penerapan aturan 50 persen ini agar pemberlakuan social distancing dapat dilakukan dengan maksimal di dalam .”

Ia melanjutkan, pengaturan penumpang keluar masuk orang akan diatur lagi dengan aturan lebih lanjut, dengan melibatkan instansi terkait di . Selain itu, dalam sepekan, hanya satu penerbangan bagi masing-masing maskapai sehingga pengaturan di dapat lebih efektif. Kelima maskapai yang akan melayani rute ini adalah Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, dan Batik Air.

Pernyataan senada juga diungkapkan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob. Dalam rapat Dinas Perhubungan Mimika, sudah diputuskan bahwa penerbangan dari dan ke Timika akan dibuka kembali pada tanggal 11 Juni 2020. “Rencananya, pesawat Garuda Indonesia akan masuk ke Timika tanggal 11 Juni 2020. Namun, kami baru menerima surat dari Batik Air dan mereka meminta untuk masuk ke Timika pada tanggal 10 Juni,” kata John. 

Empat operator penerbangan yang selama ini melayani penerbangan ke Timika, yaitu Batik Air, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Citilink, akan masuk secara bergiliran di Bandara Mozes Kilangin Timika, yaitu dua kali seminggu. Untuk dapat melayani penerbangan ke Timika, semua maskapai tersebut wajib mematuhi persyaratan atau protokol pencegahan COVID-19, yaitu mengurangi tingkat isian kursi penumpang hingga maksimal hanya 50 persen.

“Penerbangan ini sifatnya penerbangan umum, semua orang bisa membeli tiket, tapi dengan persyaratan-persyaratan yang ketat. Orang yang mau berangkat harus dalam kondisi sehat,” tandas John. “Saya berpesan kepada semua yang bertugas di pintu-pintu masuk agar menyaring ketat semua penumpang yang akan berangkat, terutama dari luar ke Timika.”