Penerbangan Domestik via Bandara Soetta Kini Cuma Butuh Tiket & Rapid Test

JAKARTA – Masyarakat yang ingin bepergian lewat jalur udara di di masa pandemi coronavirus kini semakin dipermudah. Untuk penerbangan , calon cuma membutuhkan dan hasil rapid test yang berlaku 14 hari. Persyaratan untuk menyertakan hasil swab test PCR kini sudah tidak lagi diwajibkan.

Agus Haryadi, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta - jakarta.tribunnews.com

Agus Haryadi, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta – jakarta.tribunnews.com

“Terbang relatif simpel. Pertama hanya butuh rapid test. Rapid test itu sendiri dulu berlaku tiga hari, sekarang 14 hari,” papar Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, dalam diskusi virtual via YouTube BNPB, Senin (27/7) kemarin. “Penumpang yang belum memiliki hasil rapid test pun tetap bisa melakukannya di fasilitas pemeriksaan terminal 2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta sebelum keberangkatan.”

Agus menambahkan, pihaknya kini memang mengadopsi sistem one stop service di Bandara Soekarno-Hatta. Nah, salah satu bagian dari konsep tersebut adalah hadirnya jasa layanan rapid test. Hasil rapid test di Bandara Soekarno-Hatta pun diklaim serupa dengan hasil tes yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit, termasuk masa berlaku hingga 14 hari.

Namun, Agus mengimbau bagi penumpang yang belum memiliki rapid test dan akan melakukan rapid test di bandara, harus datang tiga jam sebelum waktu keberangkatan untuk menghindari antrean panjang pemeriksaan. Semua proses ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, seperti wajib mengenakan masker, menjaga jarak fisik, beretika saat bersin atau batu, serta pengecekan suhu tubuh.

Selain itu, bagian dari one stop service lainnya ialah melakukan digitalisasi area parkir di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Digitalisasi ini dinilai penting untuk menghindari risiko penularan COVID-19. Sebab, area ini kerap menjadi tempat berkerumun orang banyak. “Intinya, fasilitas di bandara sudah oke. Karena, one stop service adalah pesan yang kami tangkap dari masyarakat,” tutup Agus.