15 Penerbangan di Bandara Halim Dialihkan ke Soekarno-Hatta Hingga 5 Oktober 2019

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II mengumumkan bahwa mulai tanggal 30 September – 5 Oktober 2019 berbagai komersial yang seharusnya berangkat dan tiba di Halim Perdanakusuma dialihkan ke , Tangerang, Banten pada jam-jam tertentu. Setidaknya terdapat 15 jadwal penerbangan yang terdampak akibat kegiatan latihan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-74 yang jatuh pada hari Sabtu depan.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta - id.wikipedia.org

Bandara Internasional Soekarno-Hatta – id.wikipedia.org

“Ada 15 penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Halim perdana Kusuma dialihkan ke Soetta, ada juga yang delay (ditunda),” ujar salah seorang petugas handling, Rabu (2/10), seperti dilansir Bisnis.

Kabarnya pihak AP II telah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan seperti TNI AU, AirNav Indonesia, dan pihak supaya pengalihan penerbangan berlangsung dengan lancar. Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma, Nandang Sukarna menjelaskan jika AP II telah mempunyai prosedur untuk mendukung hal tersebut, sehingga pelayanan penerbangan tetap bisa beroperasi lewat bandara terdekat.

AP II memberlakukan kebijakan multi-airports system. Dengan demikian, operasional penerbangan Bandara Halim Perdanakusuma bisa didukung oleh Bandara Soetta supaya maskapai tetap bisa melayani para penumpang. “Informasi terkait pengalihan penerbangan maupun keterlambatan telah kami sampaikan kepada para pengguna jasa dan penumpang pesawat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” papar Nandang.

Penerbangan komersial berjadwal yang dialihkan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Bandara Soekarno-Hatta meliputi penerbangan yang dioperasikan Batik Air dan Citilink. AP II pun mengimbau para penumpang untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai terkait dengan pengalihan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Bandara Soetta.

Sementara itu, salah satu penumpang pesawat Citilink QG-160 asal Jakarta bernama Abdul Latief mengaku tak memperoleh informasi lebih awal terkait pengalihan penerbangan tersebut. “Gangguan operasional ini bukan karena cuaca atau kejadian force majeure, seharusnya bisa diinformasikan dari awal atau dialihkan ke [Bandara Internasional] Soekarno-Hatta,” ungkapnya.

Penumpang lain bernama Rizka Amalia juga mengeluhkan hal yang sama. Ia berpendapat, seharusnya pengelola bandara dan pihak maskapai bisa memberi tahu lebih awal terkait hal tersebut. “Kita sudah naik ke pesawat, tiba-tiba disuruh turun lagi ke ruang tunggu, menunggu lama untuk diberangkatkan,” ucapnya.