Pemudik Menumpuk, 381 Penerbangan di Bandara Soetta Delay

Jakarta – Puncak arus berlangsung sejak H-2 atau Jumat (23/6) kemarin. Tak ayal jika mengalami penumpukan . penumpang terjadi di pintu Terminal 1C Bandara Soetta dan penumpang tampak memadati pelataran Bandara.

Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin - www.angkasapura2.co.id

Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin – www.angkasapura2.co.id

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin mengatakan jika para pemudik kini tampaknya lebih memilih moda transportasi udara untuk pulang ke kampung halamannya. Pasalnya jumlah penumpang saat ini juga cukup tinggi.

“Memang sudah terlihat kepadatannya ya,” kata Awaluddin di Pintu Keberangkatan Terminal 1 Bandara Soetta, Jumat (23/6), seperti dilansir Tribunnews. Awaluddin sendiri ikut mengecek kesiapan puncak arus mudik di Bandara Soetta dan bersama jajarannya turut menyisir lokasi.

“Penumpang lebih memilih mudik pada hari ini setelah dipastikan mendapat cuti bersama Lebaran,” imbuhnya.

Lebih lanjut Awaluddin mengaku sudah berhasil mengurai flow penumpang, terutama sejak dipindahkannya penerbangan maskapai Garuda Indonesia ke Terminal 3. “Hal yang terasa bedanya dari mudik tahun lalu adalah tidak ada kepadatan atau kendala yang berarti, karena sudah ada Terminal 3. Sehingga penumpang terbagi ke beberapa Terminal lainnya,” tuturnya.

Meski demikian, rupanya keterlambatan atau delay penerbangan tetap tak terelakkan. Pihak PT AP II sendiri menganggap delay selama mudik Lebaran sebagai sesuatu yang wajar. Berdasar data delay pada on time performance setiap maskapai, mayoritas delay berlangsung antara 1-2 jam.

“Dari tanggal 15 Juni kemarin, pergerakan delay masih dalam angka yang bisa ditoleransi,” ungkap Awaluddin.

Menurut data dari Posko Angkutan Lebaran 2017 di Bandara Soetta, terdapat ratusan delay pada jadwal keberangkatan sejumlah maskapai domestik. Dua ratusan delay tersebut terhitung sejak tanggal 18-21 Juni 2017. Jumlah delay untuk 10 maskapai domestik selama jangka waktu tersebut mencapai 381 penerbangan. Kesepuluh maskapai domestik tersebut antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Citilink, Sriwijaya Air, NAM Air, Indonesia Air Asia Extra, Indonesia Air Asia, Kalstar, dan Trigana Air.