Pemkot Tangerang Layangkan Surat, Pemberlakuan Jalur Satu Arah di Jalan Perimeter Bandara Soetta Ditunda

Tangerang – Pemberlakuan ruas satu arah di Jalan Perimeter Utara dan Selatan menuju Soekarno Hatta, Kota Tangerang, yang pada rencana semula akan diberlakukan mulai hari ini terpaksa ditunda. Alasannya, Pemkot Tangerang melayangkan surat permohonan untuk kembali mengkaji aturan baru tersebut.

www.news.liputan6.com

www.news.liputan6.com

“Iya ditunda. (karena) Surat dari Pemkot Tangerang kepada kami, dan mungkin juga AP II sudah diterima,” ujar Kasat Lantas Bandara Soetta Komisaris Agus Salim, ketika dihubungi oleh awak media, pagi ini (1/3).

Ketika ditanya sampai kapan akan ditunda, Salim belum bisa memastikan.

“Kalau sudah menyangkut kepentingan masyarakat, kami juga harus menyetujuinya,” katanya.

Berdasarkan surat yang dikirim oleh Pemkot Tangerang pada Senior General Manager AP II, disebutkan sedikitnya ada 5 alasan mengapa pemberlakuan jalan satu arah tersebut harus ditunda.

Pertama, pintu Perimeter Utara terjadi crossing yang disebabkan kendaraan yang akan masuk menuju Perimeter Utara dan arus lalu lintas dari arah Kampung Melayu menuju Tangerang. Kedua, radius tikung pintu masuk Jalan Perimeter Utara tidak memenuhi syarat, sehingga kendaraan dari Kampung Melayu tidak dapat berputar langsung menuju Perimeter Utara.

Alasan selanjutnya, bila diberlakukan aturan satu arah, akan terjadi kepadatan arus lalu lintas pada jembatan Rawa Bokor yang diikuti pertumbuhan volume lalu lintas. Keempat, beban volume lalu lintas pada Jalan Raya Rawa Bokor atau Simpang Al Amin, akan meningkat. Alasan terakhir, akan terjadi peningkatan volume lalu lintas di putaran Puskesmas Rawa Bokor.

Selain pada pihak AP II, Pemkot Tangerang juga mengirimkan surat yang sama pada Menteri Perhubungan, Pupera, Perencanaan Pembangunan Nasional, Gubernur Banten, Bupati Tangerang, Polres Tangerang Kota, dan Polres Bandara .

Sebelumnya, Angkasa Pura II berencana memberlakukan ruas satu arah di Jalan Perimeter Utara dan Selatan, per 1 Maret 2016. Dikatakan oleh Direktur Operasional dan Teknis PT Angkasa Pura (AP) II Djoko Murjatmodjo, langkah ini diambil demi mengantisipasi tingginya di ruas jalan tersebut, terutama pada pengendara sepeda motor.