Pembebasan Lahan Proyek Kereta Bandara Soetta Rampung 100 Persen

JAKARTA – Proses pembebasan untuk telah rampung seratus persen. Dengan selesainya proses pembebasan lahan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun optimistis bahwa proyek kereta bandara ini akan selesai tepat waktu, yaitu pada pertengahan tahun 2017.

Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro - sp.beritasatu.com

Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro – sp.beritasatu.com

“Pembebasan lahan merupakan persoalan paling berat untuk proyek kereta bandara ini,” terang Direktur PT KAI, Edi Sukmoro. “Namun, pembebasan lahan akhirnya bisa selesai setelah melalui proses yang cukup pelik.”

Diceritakan Edi, permasalahan paling besar dalam upaya pembebasan lahan adalah proses yang ribet karena tarik ulur gugatan dan banding. Akhirnya, PT KAI mendapat dukungan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Sebelumnya, kami memang belum menyerahkan biaya pembebasan lahan, yaitu sebanyak 32 bidang,” sambung Edi.

“Namun, batas terakhir adalah 30 Desember kemarin dan sudah kami daftarkan konsinyasi dan kirimkan uang Rp62,020 miliar,” imbuh Edi. “Putusan tersebut sudah final. Jadi, jika masih terdapat permasalahan, maka pengadilan yang akan menyelesaikan hal tersebut.”

Dengan selesainya pembebasan lahan ini, ditambahkan Edi, pihaknya optimistis bahwa proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta dapat selesai tepat waktu, yaitu antara Juni-Juli 2017. Edi juga mengatakan bahwa pihaknya telah memesan 10 unit armada untuk kebutuhan proyek tersebut, yang akan didatangkan secara bertahap.

“Kami juga berencana mempersiapkan Stasiun Jakarta Kota sebagai tempat pemberangkatan sekaligus pemberhentian kereta bandara ini, selain Stasiun Manggarai,” tambah Edi. “Stasiun Jakarta Kota nanti langsung ke Kampung Bandan, Muara Angke, Duri, kemudian Batu Ceper. Jadi, nanti diharapkan ada dua stasiun pemberangkatan.”