Pembangunan Jalan Tol Layang Bandara Soetta Bakal Pakai Material Baja

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat () Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa jalan layang akan menggunakan material baja dibandingkan beton. Menurut Basuki, pemakaian material baja secara harga terbilang lebih murah daripada beton.

Pembangunan Jakarta-Cikampek II Elevated di KM 21, Bekasi – kumparan.com

“Yang kedua, pekerjaannya lebih cepat. Misalnya di Cikampek ini, dengan 80 meter itu sudah langsung bisa diangkat. Jadi lebih cepat dan lebih bisa dibentuk, baja lebih fleksibel. Lebih cepat, lebih murah, dan biasanya lebih ramping. Dan tetap kuat, karena ada standar safety-nya,” ujar Basuki di Jakarta, Selasa (16/10).

Baja tersebut sementara itu akan digunakan untuk proyek Tol Yogyakarta-Solo Elevated, dan tol baru penghubung . “Kami akan arahkan tol yang elevated atau layang ke situ, memanfaatkan baja,” ujar Basuki.

Akan tetapi, Kementerian PUPR nantinya masih akan berkomunikasi dengan produsen semen untuk mengalihkan material beton ke baja. Pasalnya beton menyerap banyak semen dalam negeri, sehingga mau tidak mau juga turut mempengaruhi industri semen. “Ada industri semen yang harus kami ajak bicara juga. Tapi kalau pakai baja itu (biaya produksinya) ada 30 persen dia (kontraktor) turun,” beber Basuki.

Sementara itu, Masyarakat Konstruksi Baja Indonesia dan Direktur Jenderal Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin mengungkapkan bahwa produksi baja nasional masih tergolong cukup untuk mendukung proyek di Indonesia.

Selain digunakan untuk proyek pembangunan Tol Yogya-Solo dan tol layang dalam kota menuju Bandara Soetta, Basuki berupaya untuk mendorong material baja supaya bisa digunakan pada proyek tol lainnya. “Tapi harus dimatangkan lagi, karena ada produsen semen yang juga harus kita manfaatkan,” katanya.

Basuki berpendapat, manfaat lain dari penggunaan material baja dapat menekan biaya produksi. “Dulu waktu bajanya turun banyak, ada sekitar 30 persen yang turun. Sekarang agak naik lagi, tapi masih lebih murah dibanding beton,” tandasnya.