Pasokan Avtur di Bandara Soetta Bakal Bertambah Jadi 125.000 KL

Jakarta – PT Pertamina (Persero) berupaya untuk terus memperkuat ketahanan pasokan avtur di Depot Pengisian Udara (DPPU) . Upaya ini direalisasikan dengan menambah kapasitas tangki avtur mencapai kapasitas 17.000 kiloliter (KL) dari yang sebelumnya 108.000 KL.

Pasokan Avtur di Bandara Internasional Soekarno-Hatta - beritadaerah.co.id

Pasokan Avtur di Bandara Internasional Soekarno-Hatta – beritadaerah.co.id

“Penambahan storage tersebut tidak lain untuk meningkatkan ketahanan pasokan avtur di DPPU Bandara Soekarno-Hatta,” kata Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo, di Jakarta, Selasa (31/7), seperti dilansir Sindonews.

Lebih lanjut Gandhi menjelaskan bahwa dengan penambahan kapasitas tangki bahan bakar avtur di Bandara Soetta sebanyak 17.000 KL, maka kapasitas total penampungan stok avtur di DPPU Bandara Soetta akan mencapai 125.000 KL. “Storage avtur di Bandara Soekarno-Hatta yang terakhir ini bertambah jadi 17.000 KL yang tadinya 108.000 KL,” ujarnya.

Gandhi menjelaskan jika investasi penambahan tangki BBM di Bandara Soetta menghabiskan dana lebih dari Rp 35 miliar. Sekarang ini proses pembangunan tangki bahan bakar avtur di Bandara Soetta sedang berlangsung. “Tahapan pembangunan tangki sedang jalan. Tangkinya saja itu investasinya lebih dari Rp 35 miliar. Kami menargetkan selesai tahun ini,” tutur Gandhi.

Ditambahkannya kapasitas tangki bahan bakar avtur di DPPU Bandara Soetta rupanya menjadi bagian dari pembangunan 29 proyek strategis infrastruktur hilir yang tengah dilaksanakan oleh Pertamina. “Pembangunan fasilitas di DPPU Bandara Soekarno-Hatta merupakan bagian dari proyek strategis yang sedang dijalankan Pertamina. Harapannya ketahanan stok avtur akan lebih meningkat,” beber Gandhi.

Pembangunan infrastruktur hilir tersebut juga dalam rangka mendukung roadmap pembangunan kilang minyak milik Pertamina, yakni di Kilang Bontang, Kilang Tuban, Kilang Cilacap, Kilang Balikpapan, Kilang Balongan dan Kilang Dumai. “Pengembangan DPPU ini seiring dengan pengembangan kilang. Tatkala mereka sudah selesai, penampungannya juga harus sudah siap,” ucapnya.

Senada, Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito juga mengatakan hal serupa bahwa pengembangan fasilitas di DPPU Bandara Soetta adalah rangkaian proyek strategis infrastruktur hilir Pertamina yang nilainya mencapai Rp 20 triliun.