Pasca Longsor, Desain Underpass Bandara Soekarno-Hatta Diubah

Jakarta – PT Kereta Api Indonesia telah mengubah underpass , Tangerang, Banten yang berada di jalur Perimeter Selatan. Perubahan pada dinding underpass tersebut dilakukan setelah terjadinya tanah longsor yang menewaskan korban beberapa waktu lalu.

Desain Underpass Bandara Soekarno-Hatta - www.viva.co.id

Desain Underpass Bandara Soekarno-Hatta – www.viva.co.id

Desain konstruksi untuk perbaikan underpass Perimeter Selatan Bandara Soetta kabarnya telah rampung dan diserahkan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pada desain tersebut perubahan pada dinding penahan tanah menjadi fokus utama supaya tidak terjadi longsor kembali.

“Desain sudah final, sedang dimintakan approval (persetujuan) dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Jika disetujui, nanti dinding penahan tanahnya yang akan berubah. Bagaimana perubahannya, ya nanti saja saat perbaikannya,” ungkap Staf Ahli Jembatan dan Bangunan pada PT Kereta Api Indonesia, Gunawan, Selasa (24/4), seperti dilansir Viva.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin selaku pihak pengelola Bandara Soetta, mengaku hingga kini terus memantau dan memonitoring proses perubahan desain dan perbaikan underpass Perimeter Selatan Bandara Soetta yang masih dalam pengerjaan.

PT AP II bersama PT KAI sampai sekarang juga masih belum dapat membuka akses underpass Perimeter Selatan Bandara Soetta karena masih dikhawatirkan kemungkinan terjadinya insiden serupa. “Kami masih belum bisa buka tapi rangkaian pembersihan darurat sudah dilakukan. Untuk alternatif akses publik kita buka M1,” kata Awaluddin.

Pintu M1 atau Transit Oriented Development (TOD) merupakan yang disediakan oleh Bandara Soetta. TOD ini dapat dijadikan tempat parkir bagi karyawan di sekitar Bandara Soetta maupun masyarakat umum. Para pengunjung atau pekerja Bandara Soetta juga bisa memanfaatkan bus secara gratis untuk menuju area terminal atau perkantoran Bandara Soetta.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu sempat terjadi longsor di underpass jalur Perimeter Selatan Bandara Soetta, tepatnya di jalur exit (keluar) bandara pada Senin (5/2) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa longsor tersebut telah menimbulkan korban 2 karyawan GMF AeroAsia, yakni Dyanti Putri dan Mukhmainah. Korban bernama Dyanti meninggal usai terperangkap 9 jam, sedangkan korban bernama Mukhmainah selamat usai terperangkap selama 12 jam dan memperoleh perawatan intensif.