Pasca Bagasi Berbayar, Jumlah Penumpang di Bandara Soetta Turun Drastis

Tangerang di , Tangerang, Banten mengalami penurunan yang cukup signifikan sejak diberlakukannya aturan bagasi berbayar oleh sejumlah berbiaya murah atau low cost carrier (LCC).

Bandara Internasional Soekarno-Hatta - id.wikipedia.org

Bandara Internasional Soekarno-Hatta – id.wikipedia.org

Akan tetapi, menurut Senior Manager of Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura (AP) II, Cengkareng, Febri Toga Simatupang, penurunan penumpang di Bandara Soetta ini bukan hanya akibat faktor kebijakan bagasi berbayar, tetapi juga karena masih mahalnya harga tiket pesawat ke sejumlah rute domestik. “Penurunan memang ada. Macam-macam faktor, harga tiket juga tinggi,” ujar Febri, Selasa (5/2), seperti dilansir Republika.

Febri juga mengaku belum tahu bahwa penurunan volume penumpang ini telah mengakibatkan sejumlah gerai di Terminal 1 Bandara Soetta tutup. Berdasarkan pantauan pada Jumat (1/2) lalu, beberapa gerai seperti Bread Talk dan Kudeta kabarnya tutup karena sepi pengunjung. Bahkan sejumlah pedagang dan sopir angkutan pun sempat mengeluhkan pendapatan mereka yang jadi berkurang setelah diterapkannya aturan bagasi berbayar. “Kalau tenant kami yang tutup, nanti kami cek dulu,” ucap Febri.

Lebih lanjut Febri menjelaskan, bahwa sejak adanya dihapuskannya ketentuan bagasi gratis, penurunan penumpang di Bandara Soetta mencapai sekitar 10%. Perhitungan tersebut bukan hanya di Terminal 1, tetapi di seluruh terminal Bandara Soekarno-Hatta.

Seperti pada libur Imlek 2019, jumlah penumpang juga dilaporkan lebih rendah dibanding libur Imlek tahun lalu. Menurut data dari Humas Bandara Soetta, pada periode libur Tahun Baru Imlek sejak H-3 tanggal 2-4 Februari, tercatat ada 485.851 pergerakan penumpang. Sedangkan tahun 2018 di periode yang sama jumlahnya mencapai 481.741 pergerakan penumpang, baik kedatangan dan keberangkatan.

“Penurunan kemungkinan terjadi akibat, banyaknya alternatif akses untuk liburan. Sedangkan, untuk destinasi liburan lokal masih diminati daerah Yogyakarta, Bali dan Makassar. Sedangkan luar negeri ini ke Korea,” papar Febri.

Oleh sebab itu, PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola bandara akan melakukan koordinasi dengan pihak maskapai untuk mengatasi penurunan penumpang tersebut. “Apa yang bisa kami bantu untuk sama-sama meningkatkan penumpang, kita koordinasikan. Baik dari slot penerbangan, pelayanan, kita akan bantu,” tutupnya.