Penerbangan Bandara Soetta Ditutup, Ini 4 Opsi Refund Tiket Pesawat

JAKARTA – Mulai Jumat (24/4) kemarin, Internasional menghentikan sementara untuk semua rute domestik dari dan menuju Jakarta. Bagi masyarakat yang sudah terlanjur membeli , dapat melakukan refund tiket, berupa re-schedule, re-route, kompensasi berupa poin keanggotaan, dan kupon atau voucher.

Suasana Bandara Internasional Soekarno-Hatta – www.liputan6.com

Beberapa waktu lalu, mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2020 tentang Pengendalian Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Berdasarkan beleid larangan mudik itu, seluruh penerbangan , baik angkutan niaga berjadwal maupun carter di wilayah pembatasan sosial berskala besar () untuk keperluan mudik, disetop.

Dikutip dari Pasal 24 peraturan tersebut, seperti dilansir dar Bisnis, pengembalian tiket pesawat bisa dilakukan dengan empat cara. Pertama, melakukan penjadwalan ulang (reschedule) bagi calon penumpang yang telah memiliki tiket dengan tanpa dikenakan biaya. Kedua, penumpang bisa mengubah rute penerbangan (re-route), yang semestinya tidak dikenakan biaya.

Ketiga, dapat memberikan kompensasi biaya jasa angkutan udara menjadi perolehan poin dalam keanggotaan badan usaha angkutan udara. Terakhir, penerbangan dapat memberikan kupon tiket atau voucher sebesar nilai biaya jasa angkutan udara yang dibeli oleh penumpang. Voucher ini berlaku setidaknya sampai periode satu tahun dan harus dapat diperpanjang paling banyak satu kali.

Empat opsi tersebut, bagaimanapun, tidak memberikan pilihan pengembalian secara tunai. Pasalnya, menurut Sekjen DPP Astindo (Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia), Pauline Suharno, seluruh maskapai saat ini mengalami kesulitan likuiditas akibat minimnya angka penjualan dan masih terbebani dengan biaya operasional seperti gaji karyawan, sewa parkir pesawat, maintenance pesawat, dan lainnya, sehingga enggan melakukan refund dalam uang tunai.

Sayangnya, banyak calon penumpang yang mengeluhkan kebijakan refund tiket ini. Calon penumpang bernama Widodo Hartono misalnya, yang sudah membeli tiket AirAsia dan Batik Air. Kepada Tempo, ia mengeluhkan bahwa refund tiket Batik Air berupa voucher itu tidak utuh 100 persen seperti nilai pembelian tiket pesawat. “Kami hanya memperoleh 80 persen plus dipotong ongkos administrasi sebesar Rp200 ribu,” katanya.