Oktober 2018 Tarif Tol Bandara Soekarno-Hatta Bakal Alami Penyesuaian

Palmerah Jakarta-Cikampek dan ruas Prof Dr Ir Sedyatmo ( ) akan mengalami penyesuaian pada bulan Oktober 2018 mendatang. Tarif ruas tol tersebut memang mengalami penyesuaian sebanyak 2 tahun sekali, menyesuaikan dengan laju inflasi.

Agus Setiawan, Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk - www.merdeka.com

Agus Setiawan, Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk – www.merdeka.com

Menurut Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Agus Setiawan, tarif tol disesuaikan bukan semata untuk mengejar pendapatan Jasa Marga, melainkan untuk mengikuti ketentuan undang-undang (UU) No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Dalam pasal 48 ayat 3 disebutkan bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilaksanakan setiap 2 tahun sekali berdasar pengaruh laju inflasi.

Sementara itu pada Pasal 48 ayat 4 disebutkan bahwa pemberlakuan tarif tol awal dan penyesuaian tarif tol dilakukan oleh menteri. Adapun untuk Tol Jakarta-Cikampek penyesuaian tarif terakhir dilakukan berdasar Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No.799/KPTS/M/2016 tanggal 14 Oktober 2016.

Sementara itu, untuk ruas Tol Prof Sedyatmo ditetapkan berdasar Kepmen-PUPR No.783/KPTS/M/2016 tanggal 6 Oktober 2016. “Penyesuaian dua tahun sekali berdasarkan laju inflasi, maka penyesuaian akan dilakukan pada Oktober tahun ini. Untuk ruas Jasa Marga, hanya dua ruas tersebut yang akan mengajukan penyesuaian tarif,” ujar Agus, Senin (30/7), seperti dilansir Kontan.

Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa besaran tarif tol telah disampaikan pada Kementerian PUPR berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS). “Penyesuaian dua tahun sekali berdasarkan laju inflasi, maka penyesuaian akan dilakukan pada Oktober tahun ini. Untuk ruas Jasa Marga, hanya dua ruas tersebut yang akan mengajukan penyesuaian tarif,” katanya.

Berdasarkan data BPS, inflasi pada periode 1 September 2016 hingga 30 September 2018 untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang operasionalnya berada di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat mencapai 6,81%, sementara itu ruas tol Prof Dr Ir Sedyatmo yang ada di Provinsi DKI Jakarta memiliki tingkat inflasi 6,92%.

Penyesuaian tol Jakarta-Cikampek dan tol Bandara Soetta sudah diperhitungkan sebagai bagian dari proyeksi pendapatan Jasa Marga. “Penyesuaian tarif tol telah diperhitungkan akan terjadi setiap dua tahun, sehingga kontribusi terhadap peningkatan pendapatan Jasa Marga telah terukur,” tandasnya.