Oktober 2016, Tarif Jasa Penumpang di Terminal 3 Bandara Soetta Naik

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II akan menerapkan tarif pelayanan jasa pesawat (PJP2U) atau passenger service charge (PSC) yang baru di Ultimate Bandara Soekarno Hatta, , Tangerang.

direktur operasi angkasa pura II djoko murjatmodjo - nasional.republika.co.id

direktur operasi angkasa pura II djoko murjatmodjo – nasional.republika.co.id

Plt Direktur Umum AP II, Djoko Murdjatmojo mengungkapkan jika para penumpang pesawat kelak akan dikenai tarif sekitar Rp 130.000 dan akan dimasukkan dalam tiket pesawat Garuda Indonesia untuk . Sebelumnya tarif PSC untuk penumpang hanya seharga Rp 60.000.

“Itu efektif mulai tanggal 1 Oktober 2016, saat ini masih gunakan yang tarif lama,” ucap Djoko di Jakarta, Kamis (8/9).

Djoko menuturkan bahwa tarif PSC sengaja dinaikkan lantaran serta pelayanan yang ditawarkan di T3 Ultimate berbeda dari dan 2. Salah satunya ketersediaan loket check-in yang jumlahnya banyak supaya penumpang tak perlu mengantre terlalu panjang. Penerapan tarif PSC yang baru di T3 Ultimate otomatis juga akan meningkatkan pendapatan perusahaan.

Sementara itu, pihak DPR mendesak pemerintah untuk membangun dan melebarkan landasan pacu di Bandara Soetta agar bisa menampung lebih banyak pesawat-pesawat internasional yang berbadan lebar.

“Jangan sampai keuntungan tersebut terus dinikmati negara lain yakni Singapura, karena bandaranya memiliki fasilitas tersebut,” beber Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mochamad Hekal di Jakarta.

Anggota fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan jika selama ini banyak pesawat seperti A380 yang tidak bisa melakukan transit di Soetta lantaran landasan pacu di sana kurang memadai. Akhirnya pesawat-pesawat berbadan besar memutuskan untuk transit di negara tetangga seperti Singapura.

“Hal tersebut memang sangat menguntungkan Singapura dengan transitnya pesawat kita di sana. Dan kita baru mempunyai solusi pada tahun 2018 ketika landasan terbang ‘runway’ Soekarno Hatta jadi. Sehingga memanfaatkan Soekarno Hatta sebagai tempat transit untuk rute Australia dan sekitarnya tak perlu lagi ke Singapura,” tegasnya.

“Solusinya kita harus perlebar landasan pacunya agar bisa dilandasi pesawat-pesawat berbadan besar,” tutupnya.