Nilai Ganti Rugi Tak Sesuai, Warga Rawa Rengas Tolak Proyek Runway Bandara Soetta

– Para Rawa Rengas, Kabupaten Tangerang melakukan aksi demo di depan Jalan M1 pada Selasa (14/3) kemarin. Para pendemo berjumlah ratusan orang dan sempat mengakibatkan arus lalu lintas macet.

Warga Rawa Rengas Tolak Proyek Runway Bandara Soekarno-Hatta - www.jawapos.com

Warga Rawa Rengas Tolak Bandara Soekarno-Hatta – www.jawapos.com

“Kami ini warga yang terdampak gusuran proyek Runway 3 Bandara Soetta. Kami ingin harga yang layak. Ini harga yang ditawarkan di bawah harga pasaran,” ujar salah satu warga bernama Samsudin. Menurut warga Rawa Rengas, nilai yang ditawarkan tersebut tidak sesuai dan akan membuat warga semakin sengsara.

Lebih lanjut Samsudin menjelaskan jika di Rawa Rengas terdapat lebih dari dua ribu warga yang terkena dampak dari proyek pembangunan landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Kami ingin bicara langsung dengan AP (Angkasa Pura) II. Harga yang ditawarkan sangat murah. Susah kita cari rumahnya lagi kalau rumah digusur dengan bayaran yang tidak layak,” ungkap Samsudin.

Pihak warga Desa Rawa Rengas pun mengancam akan memblokir akses jalan menuju Bandara Soetta bila pihak AP II tidak mengabulkan tuntutan warga yang mengajukan nilai ganti rugi mencapai harga di atas Rp 2 juta/meter/lahan.

Sedangkan pengelola Bandara Soetta memakai patokan harga nilai jual objek pajak (NJOP) daerah tersebut senilai Rp 1,2 juta dan memutuskan mengganti tanah dengan harga NJOP yang berlaku. Mulanya Samsudin menuturkan jika pihak pengelola sudah menyepakati pengajuan harga dari warga, tetapi saat ini justru mangkir.

“Patokan mereka itu hanya Rp 1,2 juta/meter. Tanah dimana sekarang ada nilai jualnya segitu. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka semua akan memblokir akses perimeter Utara. Kami juga akan bawa warga Kecamatan Kosambi ikut memblokir akses jalan dan menahan alat berat mereka,” ujarnya.

Ditemui secara terpisah, Branch Communication Manager Bandara Soetta, Dewandono Prasetyo menuturkan jika pihaknya tak bisa mempertukan perwakilan warga Rawa Rengas dengan petinggi PT AP II karena yang bersangkutan tengah ada urusan pekerjaan di luar negeri. Namun AP II sudah menjadwalkan pertemuan pada Senin (20/3) pagi di gedung 600 untuk bermusyawarah terkait nilai ganti rugi lahan.

“Beliau sedang di luar negeri, jadi tidak dapat bertemu perwakilan warga. Demonya hanya ketidakpuasan dengan harga yang dilayangkan tim appraisal. Mudah-mudahan ada solusi setelah bertemu nanti dengan atasan kami. Kami hanya berharap warga jangan memblokir akses masuk bandara, kasihan penumpang yang mau berangkat,” ucap Prasetyo.