Mulai 20 Mei 2019 Underpass Perimeter Selatan Bandara Soetta Kembali Dibuka

Jakarta – Usai ditutup sekitar 1 tahun lebih, PT Angkasa Pura (AP) II dan PT Api Indonesia (KAI) akan membuka kembali underpass atau terowongan Jalan Perimeter Selatan , Tangerang, Banten pada tanggal 20 Mei 2019 mendatang. Meski demikian, jalan alternatif dari dan ke Bandara Soetta itu masih sebatas tahap uji coba.

Underpass Perimeter Selatan Bandara Soetta - wartakota.tribunnews.com

Underpass Perimeter Selatan Bandara Soetta – wartakota.tribunnews.com

Uji coba nantinya dilaksanakan sekitar seminggu guna memperhatikan faktor keselamatan dari pengoperasian underpass. Waktu dioperasikannya jalan tersebut pun dibatasi hanya pada pukul 04.00-09.00 WIB dan jam 15.00-21.00 WIB. Selama masa uji coba berlangsung, evaluasi kekurangan yang ditemukan akan langsung diperbaiki. “Sehingga harapannya, Jalan Perimeter Selatan tersebut akan beroperasi seperti dulu yakni 24 jam,” kata Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang, Rabu (15/5), seperti dilansir Tempo.

Adapun uji coba ini tercantum dalam hasil kesepakatan antara sejumlah instansi terkait seperti PT Kereta Api Indonesia, PT Waskita Karya, PT Virama Karya, Dinas Perhubungan Kota Tangerang dan PT Angkasa Pura II (Persero). Hasil kesepakatan ini dibuat usai masing-masing instansi terkait melakukan survei bersama untuk persiapan pengoperasian underpass Kereta Bandara Soetta di Jalan Perimeter Selatan.

Febri sendiri mengaku jika pihaknya sudah mendapat langsung dari pihak terkait jika progres pembangunan underpass di Jalan Perimeter Selatan saat ini secara fisik sudah mencapai 98%. “Hanya ada beberapa kekurangan yang sifatnya finishing. Seperti kelengkapan seperti rambu, marka, penambahan separator atau media jalan serta sarana pendukung lain. Tinggal dipercantik saja,” jelas Febri.

Apabila nantinya jalan underpass tersebut sudah beroperasi, pihaknya tak akan melakukan pembatasan kendaraan. Akan tetapi, khusus kendaraan bertonase besar dilarang melintas, selain itu juga kendaraan yang mempunyai ketinggian tertentu yang bisa mengganggu merusak portal atau underpass di jalan tersebut pun tak diperbolehkan. “Kalau sebelumnya kan rencananya perlintasan sebidang yang akan dioperasikan. Kini rupanya dalam perjalanan progress perbaikan underpass berjalan cukup lancar,” kata Febri.