Menteri BUMN Resmikan Proyek Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta

Tangerang – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan groundbreaking , Tangerang, Banten. pengembangan Soetta ini mencakup sejumlah hal. Adapun proyek yang di-groundbreaking belum lama ini adalah pembangunan integrated building atau gedung pelayanan angkutan moda terpadu, peningkatan aksesibilitas, revitalisasi sub terminal 1C dan sub terminal 2F.

Rini Soemarno, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) - aceh.tribunnews.com

Rini Soemarno, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) – aceh.tribunnews.com

“Kegiatan groundbreaking atau peresmian penunjang Soekarno-Hatta. Saya sangat bangga, terima kasih dukungan dewan komisaris Angkasa Pura (AP) II yang beri dukungan ke direksi sehingga direksi dengan agresif mau investasi sangat besar untuk pengembangan Soekarno-Hatta,” ujar Rini di Bandara Soetta, Jumat (5/4), seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut Rini menjelaskan, dalam proyek pembangunan integrate building di Bandara Soetta terdiri dari gedung sayap utara, selatan dan jembatan penghubung, dengan luas lahan yang mencapai 33.685 meter persegi (m2). Sementara itu, untuk pembangunan runway ketiga Bandara Soetta pada bulan Juni tahun 2019 ini dijadwalkan sudah dapat digunakan. Saat ini progres pembangunan runway 3 Bandara Soetta telah mencapai 70%.

Pada acara peresmian tersebut, Rini pun menyinggung manajemen lama PT Angkasa Pura (AP) II yang kabarnya tidak berani berinvestasi besar guna pengembangan Bandara Soetta. “Kalau dulu manajemen sebelumnya kalau saya paksa mau investasi nggak ada, nggak mau. Padahal sekarang kapasitas Soekarno-Hatta kapasitas terbangun sudah jauh di bawah yang sudah memanfaatkan fasilitas Soekarno-Hatta,” ujar Rini.

Dengan rampungnya revitalisasi sub Terminal 1 dan sub Terminal 2 pada 2022 mendatang, maka kapasitas penumpang di Bandara Soetta akan bertambah 18 juta. Hal ini diharapkan dapat menampung pertumbuhan penumpang ke depannya. “Alhamdulillah 2022 penumpang yang melalui Soekarno-Hatta kira-kira targetnya Pak Awal (Dirut AP II)? 75 juta, saya rasa lebih 75 juta, 75 juta sampai 80 juta. Itu kapasitas kita sudah cuma berapa, 60 juta ya,” katanya.

Adapun untuk proyek pembangunan integrated building dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero), peningkatan aksesibilitas dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, revitalisasi sub terminal 1C dilakukan oleh PT PP (Persero) Tbk, dan revitalisasi sub terminal 2F dilakukan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. “Saya yakin Soekarno-Hatta jadi salah satu bandara terbaik di dunia dan juga teramai saya harapkan. Kalau di ASEAN saya rasa akan yang teramai ya,” pungkas Rini.