Menpar Arief Yahya Sarankan Bandara Soekarno Hatta untuk Go Digital

Jakarta – Pada Rakornas Kemenpar III di Ecopark, Ancol, Jakarta 15-16 September lalu semakin menunjukkan bahwa pariwisata di sedikit banyak turut dipengaruhi oleh peran digital. Keberadaan digital dianggap telah banyak mengubah perilaku dan sudut pandang konsumen menuju ke mobile, personal, dan interaktif.

menteri pariwisata arief yahya - m.tempo.co

menteri pariwisata arief yahya – m.tempo.co

“Di pariwisata, search and share melalui digital sudah mencapai 70 persen. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service, menyuruh customers datang langsung ke kantor  agent untuk reservasi dan memilih paket wisata,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

“Eranya sudah berubah, dan cepat atau lambat akan menuju ke sana (digital),” imbuh Menpar.

Lewat sektor digital marketing tersebut menurut Arief Indonesia bisa lebih unggul dibandingkan negara-negara lainnya.

“Saya sudah berkunjung ke di (Bandara) Soekarno-Hatta. Saya sampaikan, kalau mengejar ketinggalan dengan membangun fisik atau physical infrastructure, membutuhkan waktu lama. Untuk quick win, bisa membangun non fisiknya dulu, yang akan berpengaruh terhadap performance perusahaan,” tutur Arief.

Langkah pertama yang diusulkan olehnya adalah agar bandara mulai beroperasi selama 24 jam penuh. Hal tersebut dapat dibuktikan di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara yang kini dapat menangani penerbangan dari China.

Langkah kedua adalah dengan mulai menerapkan teknologi informatika (IT) untuk membantu mengatur semua sistem yang ada di bandara. Bila bandara mulai menerapkan IT maka segala pelayanannya dapat lebih terstruktur dan terjamin.

“Ketiga, soal regulasi. Perbaiki semua regulasi yang menjerat diri sendiri, lakukan deregulasi. Dengan tiga hal itu, saya yakin, revenue Angkasa Pura II akan naik 50 persen,” ungkap Arief.

Lebih lanjut Arief Yahya beranggapan jika bandara termasuk dalam first impression bagi wisatawan mancanegara yang mengunjungi Tanah Air. Tak hanya menilai keramahan petugas imigrasi, mereka juga akan melihat bandara lewat pengaturan, fasilitas, dan kebersihannya.

“Karena itu, pergunakan IT. Teknologi digital dapat menyelesaikan pekerjaan yang tidak mudah menjadi sederhana. Kalau tidak menggunakan digital, kita sama-sama stres. Digital membuat kita tidak stres,” tuturnya. Menurut Arief Yahya, tidak ada pilihan lain selain go digital.