Menpar & Air Asia Bahas Usulan Dibukanya Terminal Khusus Maskapai LCC di Bandara Soetta

Jakarta – Demi mendukung pertumbuhan low cost carrier (LCC) atau berbiaya hemat, Menteri Arief Yahya mendukung pengembangan terminal khusus LCC di , Tangerang dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Di samping itu Menpar juga mendukung diturunkannya airport tax untuk LCC.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya - travel.kompas.com

Menteri Pariwisata, Arief Yahya – travel.kompas.com

“Kami akan dukung pengembangan LCC di Indonesia untuk mencapai target 17 juta wisman (wisatawan mancanegara),” ujar Arief saat melakukan audiensi dengan CEO Air Asia Group Tony Fernandes dan Direktur Utama Air Asia Indonesia Dendy Kurniawan, Senin (19/2), seperti dilansir Beritasatu.

Dalam pertemuan tersebut AirAsia mengusulkan agar Bandara Soetta mempunyai terminal khusus LCC agar lebih mempermudah konektivitas penerbangan, terutama dari penerbangan internasional ke domestik. Arief juga menilai, bisnis tourism, transportation, dan telecommunication (TTT) memiliki pola yang mirip seperti bisnis maskapai LCC, karena bergantung pada musim.

“Selain itu, LCC dan TTT sama- sama sensitif dengan harga. Makin murah meriah, makin meledak traffic-nya. Karena penerbangan murah, maka orang jadi affordable. Harga makin terjangkau oleh masyarakat. Lihat saja, di Terminal 1 Soekarno-Hatta, penumpangnya banyak dan antre panjang,” ungkap Arief.

Sementara itu, CEO AirAsia Group, Tony Fernandes berpendapat bahwa pertumbuhan maskapai di Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan negara lainnya, sebab Indonesia tak mempunyai strategi khusus untuk melayani penerbangan berbiaya hemat. “Indonesia kalah karena tidak memiliki strategi LCC. Harga akan mendorong Anda untuk menyadari bahwa Indonesia lebih dari sekadar Bali,” kata Tony.

Tony pun mengusulkan agar Terminal 2 Bandara Soetta dijadikan terminal khusus LCC atau membuka kembali Terminal 3 lama sebagai terminal LCC. Ide utama dari terminal LCC adalah mempersingkat waktu transit tetapi memperpanjang waktu untuk berbelanja. “Kita siap untuk mengeluarkan uang banyak. Karena kita membuka jalur Narita-Jakarta. Dan, responsnya sangat bagus. Kita juga siap membuka rute penerbangan Jakarta-India,” ujarnya.

Air Asia pun meminta pengurangan airport tax agar bisa menggenjot pertumbuhan LCC. Menurut Tony, 60% rute Air Asia adalah rute baru. Di Indonesia sendiri pertumbuhan terbesar ada di kota-kota sekunder, berbeda dari maskapai premium yang biasanya fokus membuka konektivitas di kota primer. “Pertumbuhan maskapai LCC itu mencapai 32%. Sementara maskapai full service 3,5% tahun lalu,” pungkas Tony.