Menhub & Menristek Uji Radar ADS-B Buatan Lokal di Bandara Soetta

Jakarta – Menristek Dikti M Nasir dan Menhub Budi Karya Sumadi berkunjung ke Soekarno Hatta untuk memeriksa radar buatan dalam negeri. Usai dicek oleh Menristek Dikti dan Menhub, navigasi bernama Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B) tersebut akan diproduksi secara massal.

Budi Karya Sumadi - indo-aviation.com

Budi Karya Sumadi – indo-aviation.com

ADS-B merupakan sistem navigasi penerbangan yang dipakai untuk menangkap yang dipancarkan oleh . Sistem tersebut dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan PT INTI dari 4 tahun lalu.

“Hari ini kita menyaksikan ada alat penginderaan untuk penerbangan dinamakan ADS-B yang sudah diproduksi, dan selanjutnya proses sertifikasi. Proses sertifikasi kita berikan pada bulan ini,” ungkap Menhub Budi Karya di Jakarta Air Traffic Service Center, Bandara Soetta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (7/12).

“Sistem ini mampu menangkap sinyal transfonder yang dimiliki tiap pesawat dalam radius 200 mil, jadi segala pergerakan pesawat bisa terdeteksi,” imbuh Menristekdikti Mohammad Nasir. Selain itu Nasir mengatakan jika di Indonesia telah ada 31 Ground Station ADS-B yang mencakup seluruh ruang udara di Indonesia.

“Untuk phase en-route, meliputi 10 ground station terintegrasi dengan Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) dan 21 ground station terintegrasi dengan Makassar Air Traffic Service Center (MATSC),” ujarnya.

Di Tanah Air terdapat sekitar 295 bandara, dan 255 bandara non-radar yang kemungkinan membutuhkan perangkat ADS-B untuk Mini ATC dan Surface Movement Monitoring, serta penambahan ground station di tempat-tempat lainnya.

“PT Inti dan BPPT telah berhasil mengembangkan sistem ADS-B. Dengan sistem ini bandara bisa memantau pesawat hingga di landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta dan dapat mendeteksi hingga jarak 250Nm yang bisa diperoleh pada ketinggian di atas 29.000 kaki,” papar Nasir.

Pihak Kemenhub sendiri sudah setuju untuk memberi izin operasional pada sistem itu. “Kemenhub sudah sepakat memberikan sertifikat karena sudah diuji selama dua tahun dan berjalan baik. Kemudian kita minta nanti untuk bisa memproduksi. Kita inginkan 2017 alat-alat ini sudah dapat digunakan untuk memperlihatkan bangsa kita dapat bersaing,” kata Budi.

PT INTI telah membuat 4 unit ADS-B yang 2 unitnya telah dipasang di Menara Pusat Teknologi Elektronika, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, dan 1 unit dipasang di Curug. Tahun 2017 depan, ADS-B bakal diuji coba di Bandara Papua kemudian disertifikasi dan dipakai di seluruh bandara yang terdapat di Indonesia.