Menhub Apresiasi Prestasi Bandara Soetta Ungguli Incheon & Changi Sebagai Bandara Tersibuk

Jakarta – Belum lama ini mencatatkan prestasi yang cukup membanggakan, yakni berhasil meraih posisi 17 sebagai tersibuk dunia berdasarkan survei yang dilakukan Airport Council International (ACI). Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun menyampaikan apresiasinya terhadap PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Soetta.

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan (Menhub) - wartakota.tribunnews.com

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan (Menhub) – wartakota.tribunnews.com

Tak tanggung-tanggung, Bandara Soetta, Tangerang, Banten berhasil mengungguli Bandara Changi di Singapura dan Bandara Incheon di Korea Selatan. “Saya membaca berita menggembirakan hari ini. Bandara Internasional Soekarno-Hatta menempati peringkat ke-17 tersibuk di dunia di atas Singapura & Korea. Penilaian dilakukan Airport Council International (ACI),” ujar Budi melalui akun Twitter-nya, Rabu (12/4).

Bandara Changi diketahui menduduki posisi setingkat di bawah Indonesia, yakni peringkat ke-18 dan Korea Selatan di belakangnya, peringkat ke-19. Budi berpendapat bahwa prestasi ini menandakan pasar di Indonesia mengalami peningkatan. “Ini indikator dari meningkatnya pasar di Indonesia,” katanya.

Oleh sebab itu dengan adanya prestasi ini Budi berharap PT AP II semakin meningkatkan manajemennya, terutama ketika menghadapi lonjakan penumpang di momen-momen tertentu. “Saya berharap lonjakan penumpang ini juga diimbangi dengan manajemen yang makin baik dan peningkatan level of service, sehingga para pengguna selalu merasa nyaman,” sambung Budi.

Senada, Sekretaris Jaringan Penerbangan Indonesia, Gerry Soedjatman juga berpendapat jika diperlukan adanya peningkatan fasilitas terhadap penumpang dan perusahaan maskapai. “Pertama, fasilitas transportasi dari dan ke bandara harus diperbanyak lagi, serta dengan harga terjangkau,” tutur Gerry, seperti dilansir Bisnis.

Yang kedua, kenyamanan di terminal, terutama Terminal 3 Bandara Soetta juga harus terus ditingkatkan. Gerry menyoroti permasalahan passenger traffic flow yang mengharuskan penumpang untuk melewati koridor sempit dengan jarak jauh tanpa tersedianya travellator. Di samping itu, menurut Gerry kapasitas pendingin ruangan di Bandara Soetta juga harus ditingkatkan, mengingat hawa di gate keberangkatan dirasa masih cukup panas.

Kemudian proyek pembangunan landasan penghubung (taxiway) antara sisi utara dan selatan Bandara Soetta di bagian timur harus segera dirampungkan. Dengan demikian dapat mengurai kepadatan atau traffic congestion pesawat di area darat.