Menhub: Ada Maskapai Langgar Standar Tes Kesehatan

Jakarta – Setelah insiden memalukan mabuknya pilot , Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun mengevaluasi pemeriksaan awak maskapai di . Menurut Budi ada beberapa fasilitas pemeriksaan kesehatan maskapai yang masih belum sesuai dengan standar.

Budi Karya Sumadi - properti.kompas.com

Budi Karya Sumadi – properti.kompas.com

“Kita klarifikasi fasilitas pemeriksaan awak di Bandara Soetta kepada semua airlines dan menemukan beberapa fasilitas airlines yang tidak penuhi prosedur,” kata Budi di Kantor Otoritas Bandara Wilayah 1 Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (4/1).

Budi sendiri tak bersedia mengungkap maskapai mana saja yang masih belum memenuhi syarat pemeriksaan kesehatan itu. Menurut Budi, lewat rapat tersebut seluruh maskapai telah mengetahui semua prosedur pemeriksaan kesehatan awak penerbangan sesuai standar.

“Kami berikan waktu sebulan untuk segera memperbaikinya. Jika tidak kami berikan surat teguran, satu, dua kali. Jika tidak juga ini akan mempengaruhi AOC (izin pengoperasian maskapai),” tegas Budi.

Lebih lanjut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Suprasetyo mengungkap bahwa maskapai Lion Air ternyata juga tidak melakukan tes kesehatan pada pilot menjelang terbang secara berkala. “Lion random melakukan pemeriksaan alkohol dan tensi. Lion supaya tidak random pemeriksaan alkohol, tensi, semua diperiksa,” ujar Suprasetyo.

Suprasetyo menambahkan bahwa pihaknya telah melayangkan Surat Peringatan Satu (SP1) pada maskapai yang melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) tes kesehatan pilot. Sementara itu, Citilink dianggap melanggar prosedur lantaran melakukan tes kesehatan pilot bukan dari tim medis. “Seharusnya kan tenaga medis, Citilink itu sendiri dilakukan Air Crewnya,” tuturnya.

Pihak Kemenhub berharap agar para maskapai melakukan pemeriksaan kesehatan pilot secara berkala menjelang terbang. “Cek tensi, semua dilakukan, pemeriksaan alkohol ada yang dilakukan ada yang random, pemeriksaan penyalahgunaan narkoba juga random. Saya minta semuanya jangan random. Perusahaan itu harus mengawasi pilotnya, kami sudah bekerja sama dengan BNN. Metodenya juga akan diawasi BNN,” tandas Suprasetyo.