Marak Kasus Skimming, Bandara Soetta Bakal Perketat Pemeriksaan WNA

Jakarta – Maraknya kasus pembobolan dana rekening nasabah melalui modus skimming belakangan ini rupanya cukup meresahkan masyarakat. Oleh sebab itu Polresta akan berkoordinasi dengan Bea Cukai, Imigrasi, dan PT Angkasa Pura (AP) II untuk memperketat dan barang masuk dari luar negeri di Bandara Internasional .

Nico Afinta, Kombes Pol - medan.tribunnews.com

Nico Afinta, Kombes Pol – medan.tribunnews.com

“Kami bersama imigrasi nanti akan memperketat untuk pemeriksaan. Kita PMJ (Polda Metro Jaya) ada Direktorat Intelijen di situ ada satuan pengawasan orang asing,” ujar Kombes Pol Nico Afinta, Dirreskrimum PMJ di Jakarta, Rabu (21/3), seperti dilansir Tribunnews.

Nico menjelaskan bahwa terkait masuknya WNA pelaku skimming sudah disampaikan ke Direktorat Intelijen dan nantinya akan dilakukan koordinasi dengan Tim Pemantau Orang Asing (Timpora). “Nanti, ditingkatkan keamanannya pada saat mereka membawa alat-alat. Alat-alat ini telah kami sita dari para pelaku, kami kirimkan foto-fotonya ke imigrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar Polisi Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, jika ada alat skimmer yang masuk maka pihak Bea Cukai akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap barang. “Pihak Bea Cukai akan lakukan pemeriksaan intensif terhadap barang masuk, khususnya pada jam-jam tertentu, terutama kedatangan dari luar negeri. Artinya ketentuannya jelas bahwa barang yang boleh masuk dan barang yang dilarang. Masuknya barang diatur oleh ketentuan berlaku, ada batasan yang boleh masuk,” papar Akhmad.

Saat ada WNA dari negara tertentu seperti Eropa Timur, pihak-pihak terkait akan melakukan pencegahan, apalagi jika ditemukan alat mirip para pelaku skimmer. “Jika ditemukan barang-barang yang serupa para pelaku skimmer akan langsung kami lakukan pencegahan, penangkapan, bahkan pemeriksaan,” ungkapnya.

Akhmad pun mengatakan jika ke depannya pemeriksaan tidak hanya dikhususkan pada warga negara asing (WNA) asal Eropa Timur (negara asal pelaku skimming yang berhasil terungkap) saja, tetapi akan dilakukan secara umum. “Terkait hal itu kami pengawasan secara umum tetap, tidak hanya Eropa Timur. Kami tidak selektif ke negara-negara tertentu, artinya semua perkembangan isu global kami antisipasi. Semua instansi memainkan perannya semaksimal mungkin agar Indonesia terjaga,” pungkas Akhmad.