Lalu Lintas Padat, AP II Imbau Penumpang Terminal 3 Soetta Dijemput di Area Parkir

Tangerang – Head of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengimbau agar para dari Cengkareng, Tangerang dijemput di gedung parkir. Pasalnya hingga kini masih banyak yang menjemput penumpang di curbside area atau jalur penghubung bangunan terminal dengan darat. Curbside area berada di area kedatangan dan keberangkatan.

Antrean Kendaraan Terminal 3 Ultimate Bandara SoekarnoHatta - megapolitan.kompas.com

Antrean Kendaraan Terminal 3 Ultimate Bandara SoekarnoHatta – megapolitan.kompas.com

“Kami mengimbau supaya penjemput yang menggunakan kendaraan pribadi bisa menuju ke gedung parkir. Penumpang tanpa bagasi dapat langsung menuju gedung parkir melalui pintu keluar tanpa bagasi. Sedangkan untuk penumpang dengan bagasi, dapat mengambil bagasi terlebih dahulu di baggage claim area, lalu keluar menuju gedung parkir,” ujar Agus, Selasa (6/9) kemarin.

Karena padatnya lalu lintas di area T3 Ultimate, pihak AP 2 mendorong para penumpang untuk beralih ke gedung parkir. “Di gedung parkir, kami menyediakan lobi untuk penjemputan yang dapat diakses oleh penumpang atau pengunjung bandara melalui lantai 1 Terminal 3,” imbuh Agus.

Tak hanya penumpang, AP II juga meminta para penjemput dengan kendaraan pribadi untuk pergi ke arah gedung parkiran melalui jalan layang T3 dengan mengambil jalur kanan. Sedangkan penumpang yang naik bus atau taksi dapat pergi ke lobi kedatangan (curbside). AP II berharap dengan dipatuhinya imbauan ini, maka lalu lintas di Terminal 3 bisa terurai.

“Meski begitu, kami juga tidak melarang para penumpang yang tiba di Terminal 3 itu untuk dijemput di area kedatangan. Hanya saja, kalau semua terkonsentrasi ke area kedatangan, trafik disana akan terus padat,” ungkapnya.

Menurut Agus, kepadatan lalu lintas area kedatangan T3 disebabkan karena kereta bandara masih belum beroperasi. Pasalnya, kereta bandara diperkirakan dapat memfasilitasi 70% dari total penumpang yang tiba di T3.

Oleh sebab itu AP II sedang mempercepat pembangunan kereta bandara agar sudah bisa dijalankan mulai tahun 2017 mendatang. “Kami sebetulnya mohon maaf, karena sebenarnya Terminal 3 ini enggak salah desain, tetapi memang ada asumsi yang belum tercapai. Kami tidak tutup mata dengan kekurangan ini, kami tetap berkomitmen untuk improve,” ungkapnya.