Kurangi Kepadatan Bandara Soetta, AP II Bebaskan Biaya Parkir Pesawat

TANGERANG – II berencana membebaskan dan lepas landas bagi yang ingin memindahkan pesawatnya dari . Namun, pembebasan biaya parkir ini hanya berlaku di seluruh bandara yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin - www.josstoday.com

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin – www.josstoday.com

Rencana pembebasan biaya parkir ini dimaksudkan agar Bandara Internasional Soekarno-Hatta bisa lebih efektif sehingga maskapai penerbangan lainnya yang ingin masuk bisa memperoleh kesempatan untuk membuka rute ke bandara tersebut. Pasalnya, selama ini, lahan parkir pesawat di bandara yang berlokasi di Cengkareng tersebut dirasa sudah penuh.

“Sebenarnya, kami ingin mendorong produktivitas maskapai dengan memindahkan pesawat yang ingin bermalam,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin. “Nah, parkir di luar Bandara Soekarno-Hatta yang ingin kami dorong. Masa sih, jam tiga atau setengah lima sore sudah parkir?”

Sebelumnya, Awaluddin mengeluhkan penuhnya lahan parkir di Bandara Soekarno-Hatta. Pasalnya, beberapa maskapai telah parkir pesawat sejak sore hari. “Harusnya, mereka (maskapai) harus bisa berpikir bagaimana create penumpang baru yang (bisa) dibawa dari Jakarta ke mana,” sambung Awaluddin.

“Jadi, misalnya mereka RON (Remain Over Night atau bermalam) pada malam hari, mereka landing di mana? Misalnya, jam sembilan malam atau jam dua malam, masih tidak apa-apa,” lanjut Awaluddin. “Tetapi, ada maskapai yang RON sejak sore hari, sekitar jam tiga atau setengah lima. Saya rasa, selain produktivitas mereka tidak tinggi, juga membebani kapasitas apron, parking stand.”

Sebelumnya, PT Angkasa Pura II memang sudah berjanji memberikan insentif kepada maskapai penerbangan untuk menginap di 12 bandara lainnya, di luar Bandara Soekarno-Hatta. Selain insentif berupa cash basis, mereka juga membebaskan biaya advertising di titik-titik media ruang dan luar ruang milik PT Angkasa Pura II.