Pariwisata Mulai Bangkit, Kunjungan Wisman ke Indonesia Meningkat Tajam

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kunjungan (wisman) ke Indonesia melalui pintu masuk utama selama bulan Mei 2022 mencapai 212,33 ribu kunjungan, naik tajam sebesar 1.382,45% dibanding bulan Mei tahun 2021 lalu. Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, kunjungan wisman pada Mei 2022 juga naik sebesar 91,19%.

Wisatawan Mancanegara Bandara Soekarno-Hatta - bisnis.tempo.co

Wisatawan Mancanegara – bisnis.tempo.co

Selama periode Januari-Mei 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai 397,77 ribu kunjungan, tumbuh 616,40% dibanding periode yang sama tahun 2021. Adapun jumlah kunjungan turis asing lewat pintu masuk udara pada Mei 2022 naik 1.209,33% dibanding jumlah kunjungan pada Mei 2021.

Lonjakan yang signifikan diraih oleh Bandara Ngurah Rai Bali, naik dari 8 menjadi 115.553 kunjungan (1.444.312,50%). Lalu, disusul oleh kenaikan di Bandara Kualanamu Sumatera Utara dari 50 menjadi 3.861 kunjungan (7.622,00%) dan Bandara Juanda Jawa Timur dari 160 menjadi 4.598 kunjungan (2.773,75%).

Sedangkan, peningkatan terendah didapatkan oleh Bandara Soekarno-Hatta, Banten sebesar 352,79%. Sementara itu, Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, Bandara Ahmad Yani Jawa Tengah, dan Bandara Husein Sastranegara Jawa Barat justru mengalami penurunan jumlah kunjungan wisman sebesar 100%, sedangkan Bandara Sam Ratulangi-Sulawesi Utara turun 16,95%.

Jumlah domestik yang berangkat pada Mei 2022 mencapai 5,3 juta orang, naik sebesar 40,41% dibandingkan bulan April 2022. Sedangkan, jumlah penumpang tujuan luar negeri atau internasional naik 61,56% menjadi 472,9 ribu orang.

Selama Januari-Mei 2022, jumlah penumpang pesawat domestik sebanyak 19,8 juta orang dan jumlah penumpang pesawat internasional sebanyak 1,1 juta orang, masing-masing tumbuh sebesar 63,13% dan 436,55% dibanding periode yang sama tahun 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengharapkan, perkembangan yang baik ini akan terus berlanjut, sehingga proses pemulihan ekonomi terus berlangsung. “Peningkatan wisman ini akan memberikan multiplier efek yang besar untuk pemulihan ekonomi di Indonesia,” tandasnya.