Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Ibukota Turun 15,9%

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta melaporkan bahwa kunjungan mancanegara (wisman) ke Ibukota selama bulan September 2019 hanya sebesar 212.912 kunjungan, turun 15,90% dari bulan Agustus 2019 yang mencapai 253.176 kunjungan. Jumlah tersebut dihitung dari dua pintu masuk, yakni dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Wisatawan Mancanegara Bandara Soekarno-Hatta - bisniswisata.co.id

Wisatawan Mancanegara Bandara Soekarno-Hatta – bisniswisata.co.id

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kunjungan turis asing ke Jakarta juga turun sebesar 14,90%. “Lima masih mendominasi kunjungan, yakni Cina, Malaysia, Jepang, Singapura dan Korea Selatan,” ujar Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga di Jakarta, seperti dilansir Harianindo.

Secara rinci BPS DKI Jakarta menyebutkan, turis dari China yang datang ke Jakarta jumlahnya mencapai 3.979 kunjungan, Malaysia 20.309 kunjungan, Jepang 18.849 kunjungan, Singapura 14.942 kunjungan, dan Korea Selatan 10.037 kunjungan. Secara total, kunjungan dari 5 kebangsaan tersebut mencapai 98.116 kunjungan atau mencakup 46,08% dari keseluruhan kunjungan wisatawan asing ke Jakarta. “Ini menunjukkan bahwa kelima negara itu sangat penting peranannya karena menjadi pasar utama kepariwisataan asing Jakarta,” jelasnya.

Jika ditinjau secara kumulatif, yakni selama Januari-September 2019, jumlah kunjungan wisman ke DKI Jakarta mencapai 1.894.680 atau turun 11,26% apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.135.080 kunjungan. 

Turis asal China masih mendominasi kunjungan dan menempati peringkat pertama, lalu pada September 2019 wisman asal Malaysia berada di peringkat kedua menggantikan posisi turis asal Jepang. Kemudian wisman asal Singapura merangkak naik ke posisi 4 menggantikan wisman asal Arab Saudi, dan posisi kelima diduduki oleh turis asal Korea Selatan.

Di sisi lain, anggaran pariwisata di DKI Jakarta rupanya masih banyak yang belum terserap. Dari alokasi sebanyak Rp560,4 miliar, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta rupanya baru berhasil menyerap Rp308,2 miliar atau sekitar 55 persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk berbagai .