Koridor 13 Transjakarta Bakal Dihubungkan dengan Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta – Dalam rangka menghubungkan beberapa moda umum, Pemkot mengusulkan pada Pemprov DKI Jakarta supaya koridor 13 Transjakarta rute Tendean-Ciledug bisa diteruskan hingga Poris Plawad, Kota . Langkah ini dilakukan supaya mempermudah akses warga dari Jakarta Selatan dan Kota bagian selatan ke .

Arief R Wismansyah, Wali Kota Tangerang - swa.co.id

Arief R Wismansyah, Wali Kota Tangerang – swa.co.id

Nantinya jalan layang khusus bus atau elevated busway koridor 13 akan terhubung dengan kereta Bandara Soetta yang stasiunnya terletak di Terminal Poris Plawad. “Transit Oriented development dibangun di Poris, kami meminta agar DKI mengusulkan ke pemerintah pusat untuk memindahkan beberapa trayek kereta api ke Tangerang. Nantinya penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta naik kereta ke Pulau Jawa tidak perlu ke Gambir lagi,” ungkap Arief R Wismansyah, Wali Kota Tangerang, Kamis (10/8), seperti dilansir Tempo.

layang yang membentang dari Blok M-Ciledug akan dilalui khusus bus Transjakarta Koridor 13. yang saat ini berakhir di Halte Adam Malik depan Universitas Budi Luhur tersebut nantinya akan disambungkan sampai ke Ciledug. Mulanya jalan layang Transjakarta tersebut akan didanai DKI Jakarta, tetapi akhirnya diusulkan ke pemerintah pusat. “Ini kan menyangkut dua wilayah, kaitannya sama pusat,” ungkap Arief.

Arief menuturkan bahwa Bappenas telah melakukan survei dengan World Bank agar bersedia membiayai proyek tersebut. Bahkan pihak World Bank kabarnya meminta supaya tidak hanya disambungkan hingga Ciledug saja, tetapi hingga Poris Plawad.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Said Endrawiyanto mengatakan pihak pemprov DKI Jakarta telah merampungkan bagiannya, yaitu membangun elevated busway yang terbentang dari Tendean hingga Universitas Budi Luhur, perbatasan Jakarta Selatan dengan Kota Tangerang.

Jalan layang tersebut seharusnya dibangun hingga Ciledug, Kota Tangerang. Namun Pemkot Tangerang tak mempunyai anggaran, sehingga mereka pun memutuskan menunggu keputusan pemerintah pusat. “Kami sudah bertemu dengan Bappenas. Ini akan menjadi salah satu cara mengurai kemacetan dan menjadikan moda transportasi umum sebagaimana diharapkan penggunanya,” tandas Said.