Koper Penumpang Dijarah, Petugas Porter Lion Air diamankan Polisi

Tangerang – Tindakan pencurian barang oleh oknum porter di benar-benar disayangkan oleh pihak Bandara Soetta. Yudis Tiawan, Manajer Komunikasi Bandara Soetta mengatakan, hal ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab dari yang bersangkutan, yakni .

cctv-soeta-bykompas

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Th. 2009, sudah dijelaskan, barang penumpang di tanggung jawab maskapai. Segala sesuatu yang terjadi adalah kewenangan maskapai,” ujarnya pada awak media di Bandara , kemarin (2/1).

Sebelumnya, telah terungkap kasus pencurian barang penumpang oleh porter Lion Air. Tindakan tak terpuji oknum porter Lion Air ini diungkap oleh Kota Bandara Soekarno-Hatta bersama pihak bandara melalui bantuan kamera CCTV milik PT Angkasa Pura II. Rekaman yang terjadi pada 16 November 2015 lalu tersebut memperlihatkan dengan jelas koper penumpang yang dibuka paksa oleh beberapa oknum porter yang berinisial A, M, dan S.

Dari keterangan S, salah satu oknum porter yang diamankan petugas, diketahui bahwa tak semua barang milik penumpang diambil oleh mereka.

“Ambilnya rokok, minyak wangi, handphone. Paling banyak sih handphone,” katanya pada pewarta di Polres Kota Bandara Soetta, Sabtu (2/1).

Ketika melancarkan aksinya, oknum porter biasanya menunggu kode aman dari petugas keamanan terlebih dahulu. Setelah itu, mereka baru memilih koper mana yang akan dibongkar.

“Kita pilih kopernya lihat-lihat saja, atau pakai feeling,” terang S.

Mereka tentunya telah menyiapkan alat-alat tertentu seperti kunci cadangan hingga pulpen untuk membuka koper yang digembok. Namun, oknum porter mengaku, jenis gembok dengan kode lah yang paling sulit untuk dibuka.

“Gembok yang pakai kode itu yang susah, paling susah,” pungkas S.

Dari hasil rekaman CCTV tersebut, Polres Kota Bandara Soetta kini telah mengamankan mereka yang seluruhnya porter maskapai Lion Air. Hingga saat ini, polisi masih mengembangkan kasus ini dengan menyelidiki peran porter lain yang sebelumnya disebut menjadi otak dari pencurian barang penumpang.