Kontingen Asian Para Games Mulai Berdatangan, Penerbangan Reguler di Bandara Soetta Masih Lancar

Jakarta – Pada Selasa (2/10) lalu, sekitar 811 atlet Asian Para Games 2018 mulai berdatangan di , Tangerang, Banten. Ratusan atlet tersebut berasal dari sejumlah negara seperti China, Kuwait, Jepang, Mongolia, Iran, Hong Kong, dan Singapura.

Erwin Revianto, Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soetta - images1.rri.co.id

Erwin Revianto, Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soetta – images1.rri.co.id

Sebelumnya, Senin (1/10), sudah ada sekitar 1.848 atlet dan official yang sudah terlebih dulu tiba di yang memang disiapkan khusus menyambut mereka. Pihak PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara Soetta telah meningkatkan dan untuk memaksimalkan layanannya.

“Kami telah mempersiapkan agar Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta dapat membawa harum nama bangsa dalam perhelatan pesta olahraga seperti ini,” kata Erwin Revianto, Senior Manager of Terminal 2 Bandara Soetta, Selasa (2/10), seperti dilansir Tangerangonline.

PT AP II setidaknya sudah menyiapkan sejumlah fasilitas seperti toilet khusus disabilitas, ram, 556 unit kursi roda, 5 unit ambulift, dan sistem pengaturan flow. “Baik contraflow maupun normal flow kita persiapkan. Kami juga menyediakan bus lowdeck dan upper deck yang akan mengantar para atlet hingga ke Wisma Atlet. Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak INAPGOC untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang menjadi perhatian khusus,” tutur Erwin.

Puncak kedatangan kontingen Asian Para Games (APG) 2018 sendiri memang sudah diperkirakan berlangsung tanggal 2 dan 3 Oktober 2018. Akan tetapi kedatangan mereka sama sekali tak mengganggu atau menghambat pergerakan penumpang reguler di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soetta. Hal ini terlihat dari tak digunakannya ambulift untuk mengangkut atlet yang berkursi roda ketika turun dari pesawat untuk menuju gerbang kedatangan T2.

“Sampai saat ini ambulift yang kita sediakan belum pernah dioperasikan. Pergerakan atlet dan ofisial masih berjalan normal dan durasinya tepat. Tidak mengganggu pergerakan penumpang reguler,” beber Erwin.

Lebih lanjut Erwin menuturkan jika ambulift berguna untuk kondisi tertentu jika pergerakan atlet dirasa membutuhkan waktu terlalu panjang. “Bila terindikasi macet atau pergerakan tersendat maka ambulift akan dikerahkan untuk membawa atlet menuju area kedatangan,” paparnya.