Kemenkes Bentuk Pokja Pencegahan & Pengendalian HIV/AIDS di Bandara Soetta

– Belum lama ini Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS di Bandara Internasional . Pokja ini meliputi semua instansi dan pihak terkait di Bandara .

Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta bersama Angkasa Pura II, Imigrasi, dan Karantina Bandara Soekarno-Hatta menandatangai komitmen dalam pencegahan dan penyebaran HIV/AIDS di Bandara Soekarno-Hatta - tempo.co

Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta bersama Angkasa Pura II, Imigrasi, dan Karantina Bandara Soekarno-Hatta menandatangai komitmen dalam pencegahan dan penyebaran HIV/AIDS di Bandara Soekarno-Hatta – tempo.co

“Pembentukan Pokja ini sebagai media atau wadah untuk koordinasi melalui kelompok kerja lintas sektor di seluruh wilayah bandara Soetta. Pencegahan HIV ini harus benar-benar kita wujudkan, karena bandara Soetta merupakan etalase Indonesia,” ungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono di Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (4/4), seperti dilansir Tangerang Online.

Anung menjelaskan bahwa pokja ini meliputi otoritas di bandara dan KKP Kelas I. Seluruh bandara dan pelabuhan mempunyai pokja masing-masing dan Pokja HIV/AIDS baru ada di Bandara Soetta. “Pokja ini memang otoritasnya di bandara, nah kami tenaga kesehatan menjadi satu bagian dari sebuah upaya yang dilakukan di otoritas bandara ini yang termasuk dalam lingkup yang disebut sebagai Pelabuhan atau bandara sehat. Tapi tidak semuanya kemudian membuat Pokja untuk HIV AIDS karena persoalan yang berbeda-beda di masing-masing bandara,” beber Anung.

Menurut Anung, keberadaan pokja tersebut dapat mengendalikan penyebaran HIV/AIDS di Bandara Soetta karena didukung sejumlah seperti klinik voluntary counselling and testing (VCT) untuk lalu lintas orang dan warga serta pekerja di Bandara Soetta.

Karena jumlah orang terus meningkat, Bandara Soetta dianggap berisiko terhadap penularan penyakit menular. “Risikonya saat ini pergerakan orang di Bandara mencapai 200 ribu orang per hari, bekerja 35 ribu orang, dan 125 ribu orang berlalu lintas,” ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta, Anas Ma’ruf.

Pembentukan Pokja Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS di Bandara Soetta tersebut juga didukung oleh Kota Tangerang. “Hal ini sejalan dengan kami yang telah membentuk 24 Pokja di 24 kelurahan di Kota Tangerang,” ungkap Asisten Daerah II Kota Tangerang Muhtarom. Dengan adanya pokja tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko, meningkatkan kualitas hidup orang yang telah terinfeksi HIV/AIDS.