Kembangkan Ekonomi Digital, Angkasa Pura II Jalin Kerja Sama dengan Monash University

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II menjalin kerja sama dengan Monash University, Australia terkait penelitian di bidang ekonomi dan pengelolaan udara. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa (23/7) lalu.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II - swa.co.id

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II – swa.co.id

“Hari ini kami, PT Angkasa Pura II bekerja sama dengan Monash University yang difasilitasi Kementerian Perhubungan, melakukan MoU untuk kerja sama dalam hal joint research juga untuk executive education,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin di Gedung 600 Bandara , seperti dilansir Tribunnews.

Tak hanya riset, kerja sama pun dilakukan untuk khusus pendidikan, magang, dan kegiatan lainnya yang menunjang kedua belah pihak. yang diunggulkan juga dalam hal peningkatan digital capability atau kapasitas building, dalam peningkatan sumber daya manusia di PT Angkasa Pura II.

“Seperti diketahui, kami di AP II terus meningkatkan kualitas diri di era digital. Bukan sekadar menambah atau mengubah pelayanan menjadi digital, tapi juga dirinya. Makanya, selain dari Monash University, kami pun bekerjasama dengan berbagai pihak demi meningkatkan SDM tadi,” jelas Awaluddin.

Penandatanganan MoU ini dilakukan antara Awaluddin dengan Profesor Abid Khan, Leads Global Engagement Monash University. “Kita ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada mahasiswa di Monash University agar bisa mengerti bagaimana kondisi lapangan yang sebenarnya mengenai sistem transportasi dan juga belajar mengenai ekonomi digital, isu digital,” ujar Profesor Abid.

Ia menambahkan, ke depannya mahasiswa dari Monash University diharapkan bisa langsung magang atau melakukan internship di bandara yang berada di bawah pengelolaan AP II. Program internship ini pun diharapkan bisa menjadi salah satu ajang untuk bertukar pengalaman dan ilmu antar dua negara, sekaligus menjadi pencetak peneliti-peneliti gabungan antar dua negara sembari belajar satu sama lain. “Jadi kami harap bisa melakukan pendekatan untuk menggabungkan dua kebangsaan antara Australia dan Indonesia,” tutup Profesor Abid.