Kembangkan Bisnis Properti & Kargo, AP II Butuh Modal Tambahan Rp 4 Triliun

Medan (AP) II sedang berupaya mencari tambahan modal sekitar Rp 4 triliun lewat penerbitan obligasi dan commercial loan untuk kebutuhan pembiayaan sarana dan prasarana tahun 2017 ini.

Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin - www.angkasapura2.co.id

Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin – www.angkasapura2.co.id

Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin mengungkapkan jika nilai pembiayaan itu masih belum termasuk self financing milik perseroan. “Pendanaan tersebut rata-rata akan digunakan pengembangan usaha dan perluasan ,” ujarnya di Medan, Selasa (10/1).

Tahun ini ia merinci bahwa PT AP II mempunyai beberapa prioritas program, yakni peningkatan pelayanan, infrastruktur dan kawasan bisnis, serta untuk bisnis baru.

AP II kini mempunyai 3 anak usaha, antara lain PT Angkasa Pura Kargo, PT Angkasa Pura Propertindo, dan PT Angkasa Pura Solusi. Ketiga anak perusahaan tersebut ditargetkan memberi kontribusi untuk total pendapatan AP II tahun ini mencapai 13%.

“Untuk memompa pendapatan ketiga anak usaha ini, tentu saja dibutuhkan investasi. Misalnya, kami akan membangun cargo village di Bandara Soekarno Hatta di lahan 90 hektar dan rencana pembangunan hotel,” papar Awaluddin.

Walau begitu, Awaluddin masih belum dapat merinci berapa proporsi pendanaan untuk 3 anak usahanya tersebut. “Prospeknya cukup cerah, terutama di bisnis properti dan kargo. Kontribusi tiap bandara di bawah pengelolaan AP II juga terus didorong, apalagi akan ada tambahan empat bandara yang sudah selesai proses pengembangannya,” imbuhnya.

Keempat bandara yang dimaksud adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta di Terminal III, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Silangit, dan Bandara Depati Amir. Selain melakukan pengembangan anak usaha, PT AP II juga akan belanja modal sekitar Rp 9 triliun untuk mewujudkan smart airport di sejumlah bandara yang ada di bawah pengelolaan AP II.

“Tahun ini kami menyiapkan belanja modal sekitar Rp 9 triliun yang sebagian alokasinya digunakan untuk memperkuat infrastruktur digital. Infrastruktur digital tersebut tentunya bertujuan untuk peningkatan pelayanan, mempermudah serta mempercepat proses bisnis, yang pada intinya guna memaksimalkan kinerja bandara secara keseluruhan,” tandas Awaluddin.