Kejar Target 100 Juta Penumpang, AP II Terus Kembangkan Bandara Soekarno-Hatta

Tangerang terus mengalami perkembangan hingga lalu lintas penerbangannya bisa sepadat saat ini. Bahkan secara khusus Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan jika lalu lintas di Bandara Soetta, Tangerang, Banten akan melampaui angka 100 juta tahun 2025 mendatang. Angka tersebut meningkat 58% dari realisasi tahun lalu sebesar 63 juta .

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan - pontianak.tribunnews.com

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan – pontianak.tribunnews.com

“Bandara Soekarno Hatta akan meningkatkan kapasitas penumpang yang pada saat ini menampung 63 juta penumpang menjadi 100 juta penumpang lebih. Hal ini bisa meningkatkan yang saat ini terdapat 81 per jam menjadi 114 per jam,” kata Budi Karya, seperti dilansir JPNN.

Budi menjelaskan jika target tersebut bisa tercapai lantaran PT Angkasa Pura (AP) selaku pengelola Bandara Soetta melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dengan mengakomodir terjadinya lonjakan penumpang, mulai dari pembangunan east cross taxiway dan landasan 3 yang diharapkan bisa menambah pergerakan dari yang sebelumnya hanya 81 movement menjadi 114 pergerakan .

“Kami akan rencanakan bisa menampung 100 juta lebih penumpang kalau diterjemahkan dalam bentuk movement 81 penerbangan dalam per jam. Rencananya nanti kami harapkan 100, 115 tepatnya per jam, yang kami bangun adalah runway ketiga disertai dengan taxiway,” sambung Budi.

Di samping itu, pergerakan kargo lewat moda transportasi udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga diperkirakan meningkat karena PT AP II tengah menggarap proyek pembangunan cargo village. Dengan adanya Cargo Village di Bandara Soetta diperkirakan mampu mendongkrak jumlah kargo hingga mencapai 50%. Terlebih karena permintaan barang saat ini cukup besar.

“Pada 2025 kami harapkan kapasitas Bandara Soekarno-Hatta bisa menampung 100 juta penumpang. Peningkatan penerbangan yang terjadi lebih dari 30 persen. Dengan adanya tambahan ini maka take off dan landing bisa menjadi lebih cepat,” ucap Budi.

Sementara itu, Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin mengatakan jika pihaknya akan membangun Terminal 4 pada akhir tahun 2019 depan. Sebelumnya PT AP II akan merampungkan basic design tahun ini dan mengerjakan detailed engineering design (DED).